
WANITAINDONESIA.CO — Gemerlap seni tradisi Banyuwangi siap memukau dunia lewat terobosan megah yang menyatukan pesona magis tarian lokal dengan teknologi pertunjukan modern di tepi pantai. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pagelaran budaya kolosal Gandrung Sewu 2026 dikembangkan menggunakan konsep glow in the dark (menyala dalam gelap) yang akan menyulap suasana malam Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24 Oktober 2026.
Inovasi di bidang seni ini diusung oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi guna memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Pertunjukan bertema signature cultural event (peristiwa budaya khas) ini diproyeksikan menjadi magnet kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Perpaduan gerak ritmis ribuan penari, tata cahaya artistik, dan teknologi panggung modern dihadirkan tanpa sedikit pun mengikis esensi serta nilai luhur seni tradisi Tari Gandrung. Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil penuh semangat, sekaligus membuka ruang ekspresi yang luas bagi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan warisan leluhur.
Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperbesar manfaat nyata pariwisata bagi masyarakat lokal.
“Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat,” kata Herdy dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Herdy juga menegaskan bahwa upaya menghubungkan seluruh potensi daerah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian warga.
Keagungan daya tarik budaya tersebut turut diselaraskan dengan kesiapan sarana transportasi udara demi kemudahan akses para pengunjung. Direktur Komersial InJourney Airports Very Y Setiady menambahkan selain daya tarik destinasi, konektivitas udara juga perlu tumbuh secara beriringan. Ketersediaan akses menjadi faktor penting untuk memudahkan wisatawan mencapai Banyuwangi, sementara event (agenda acara) dan atraksi wisata dapat menciptakan alasan untuk melakukan perjalanan.
Oleh karena itu, InJourney memperkuat koordinasi bersama pihak maskapai penerbangan guna memetakan potensi permintaan perjalanan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan, serta menjajaki peluang penyesuaian frekuensi atau kapasitas sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.
Jangkauan promosi keindahan Banyuwangi juga diperluas secara masif melalui berbagai kanal komunikasi, jaringan layanan, serta titik interaksi wisatawan. Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara promosi destinasi dan keputusan perjalanan, sehingga gema kemegahan Gandrung Sewu mampu mendorong kunjungan ke beragam objek wisata memesona lainnya di kawasan Banyuwangi.
Inovasi pertunjukan malam hari ini disambut hangat oleh pemangku kebijakan daerah sebagai wujud kebanggaan lokal yang terus bertransformasi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan adanya inovasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
“Gandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan bagian penting dari identitas budaya daerah. Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi, tanpa kehilangan jati dirinya,” ujar Ipuk.
Saksikan langsung kemegahan 1.300 penari yang akan menyalakan keindahan malam Banyuwangi dan rasakan keajaiban budaya yang tak terlupakan di Pantai Boom Marina! (Gdi)




