Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati Optimistis Padel Berkibar di Asian Games 2026

Ganda putri cabang olahraga padel Indonesia Fitriani Sabatini (kanan) Fadona Kusumawati (kiri) saat mengalahkan pasangan putri Jepang di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang. (Sumber : PBPI)

WANITAINDONESIA.CO – Di tengah anggapan miring bahwa padel hanyalah olahraga rekreasional penggugah tren sesaat, pasangan ganda putri Indonesia, Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati, berhasil membuktikan kelas mereka di panggung internasional. Tampil perkasa pada debut cabang olahraga padel di Asian Games 2026, duet mantan petenis nasional ini sukses mengamankan tiket ke babak final sekaligus memastikan raihan medali bagi Kontingen Indonesia.

Dominasi tanpa balas ditunjukkan Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati saat menggilas ganda putri Filipina, Danna Abad dan Joshea Malazarte, dua set langsung dengan skor telak 6-0, 6-0 di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, pada Jumat. Kemenangan mutlak ini menjadi jawaban menohok atas skeptisisme publik terhadap perkembangan olahraga padel di tanah air.

“Apalagi padel diremehkan di Indonesia kan, katanya olahraga FOMO (ketakutan ketinggalan tren). Tapi kita bisa buktiin pulang bawa medali,” ujar Atlet Ganda Putri Padel Indonesia, Fadona Kusumawati, seusai pertandingan.

Baca Juga :  BRImo SIP Padel League 2025: Strategi BRI Dorong Gaya Hidup Sehat dan Komunitas Urban yang Aktif

Perjalanan manis Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati menuju partai puncak berawal dari keberanian meninggalkan lapangan tenis. Minimnya kejuaraan tenis di tingkat nasional mendorong keduanya untuk menangkap peluang baru yang lebih menjanjikan di lapangan dinding kaca. Keputusan lintas cabang ini diambil setelah melihat besarnya potensi prestasi yang bisa diraih dalam olahraga yang tergolong baru tersebut.

Seni penyesuaian diri dari tenis ke padel diakui Fadona Kusumawati tidak terjadi dalam semalam. Meski teknik dasar seperti pukulan lambung melayang (voli), pukulan dari samping tubuh sesuai tangan dominan (forehand), pukulan melintasi tubuh (backhand), serta pukulan keras menukik (smash) sudah terasah pesat dari fondasi tenis, pertarungan padel menuntut penguasaan taktik yang jauh berbeda.

Baca Juga :  Arie Untung Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Bola Padel Menghantam Bagian Matanya

“Sebenarnya susah gampang ya, karena kita sudah ada padel itu kan dari basic (dasar) tenis juga. Cuma kalau untuk belajar di padel itu belajar di kaca, sama gameplay (pola permainan), positioning (penempatan posisi) itu mungkin cukup lama juga. Kita sudah mau dua tahun, satu tahun,” kata Atlet Ganda Putri Padel Indonesia, Fadona Kusumawati.

Keberhasilan melangkah hingga ke partai pemungkas Asian Games 2026 ini membawa kebanggaan mendalam, sekaligus memutus keraguan yang selama ini membayangi langkah mereka. Dari olahraga yang semula kerap dipandang sebelah mata, raket padel kini justru melambungkan nama Indonesia di pentas Asia.

“Yang pasti enggak nyangka, bangga, senang banget, campur aduk rasanya. Campur aduk, bisa di titik sekarang, ternyata padel bisa bikin kita seperti ini,” tutur Atlet Ganda Putri Padel Indonesia, Fadona Kusumawati.

Baca Juga :  Staycation Makin Seru, Saatnya Main Padel di Oakwood Suites Kuningan Jakarta

Kini, langkah Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati tinggal menanti pemenang dari laga semifinal lainnya yang mempertemukan ganda putri Indonesia, Putria Novela dan Beatrice Gumulya, melawan wakil tuan rumah Jepang, Saki Tsukamoto dan Kae Tokumoto.

Pencapaian bersejarah ini bukan sekadar tentang medali yang akan dibawa pulang, melainkan menjadi bukti nyata bahwa keberanian keluar dari zona nyaman mampu melahirkan prestasi megah yang mengharumkan nama bangsa. Lebih dari sekadar ajang rekreasi atau pemuas gengsi, olahraga padel kini resmi menancapkan taringnya sebagai panggung juara baru bagi atlet-atlet terbaik Indonesia di mata dunia. (GDI)