Sinergi Lintas Sektor, Berikut Resep AHY Untuk Naikkan Daya Saing Bandara

Salah satu sudut di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Gerbang udara Indonesia bersiap bersolek demi wajah ekonomi yang lebih cerah. Langkah ini menjadi fokus utama pemerintah dalam mempercepat laju pertumbuhan di berbagai pelosok nusantara. Melalui pembenahan menyeluruh, bandara nasional kini tidak sekadar menjadi tempat singgah pesawat, melainkan motor penggerak utama mobilitas masyarakat dan jalur urat nadi perdagangan antardaerah.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan bahwa penataan kembali sistem ini menjadi agenda yang sangat mendesak. Saat membuka Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan di Jakarta, ia menyampaikan tekadnya untuk memperkuat fondasi transportasi udara nasional.

“Isu ini penting karena salah satu upaya kita untuk menggerakkan ekonomi secara nasional dan berbagai daerah, melalui penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono dalam keterangan resminya, Kamis.

Baca Juga :  17 Tahun Menanti, AHY dan Annisa Pohan Dikaruniai Anak Kedua

Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi dua lini yang paling menanti dampak positif dari transformasi ini. Kehadiran bandara yang mumpuni diyakini bakal memicu lonjakan arus wisatawan, baik domestik maupun mancanegara (luar negeri). Ketika pelancong membanjiri destinasi wisata, perputaran uang di daerah otomatis akan bergerak lebih cepat, yang pada akhirnya langsung menyuntikkan kesejahteraan ke kantong-kantong ekonomi masyarakat setempat.

Namun, tantangan besar masih mengadang di lapangan. Selama ini, pelayanan bandara dirasa belum optimal akibat masih lemahnya kolaborasi lintas sektor. Menyadari celah tersebut, pemerintah bergerak cepat dengan menempatkan penyusunan landasan hukum komprehensif (menyeluruh) sebagai prioritas utama. Regulasi yang kuat ini nantinya akan menjadi payung hukum agar seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak seirama.

Baca Juga :  AHY Pastikan Whoosh Kian Nyaman dan Berkelanjutan

Melalui penguatan aturan dan sinergi yang erat, pemerintah optimistis dapat mengatrol daya saing (competitiveness) layanan kebandarudaraan Indonesia di kancah internasional. Pertemuan penting yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini juga dihadiri oleh jajaran petinggi negara, termasuk Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Wakil Menteri Perhubungan Suntana.

Di penghujung arahannya, AHY menekankan bahwa hasil akhir dari pembenahan ini harus dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat melalui pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

“Tujuan utama rapat ini adalah untuk menguatkan tata kelola ekosistem kebandarudaraan melalui penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor. Yang jelas setelah itu kita berupaya untuk meningkatkan daya saing, competitiveness itu adalah ukuran dari prestasi kualitas layanan bandara. Dan yang terakhir memastikan agar sektor kebandarudaraan benar-benar menjadi pengungkit konektivitas nasional kita. Pertumbuhan ekonomi, pemerataan, mudah-mudahan bisa tercipta dan mengikuti,” pungkas AHY dengan penuh optimisme.

Baca Juga :  AHY Pastikan Whoosh Kian Nyaman dan Berkelanjutan

Ketika setiap bandara di penjuru negeri mampu beroperasi dengan standar terbaiknya, jarak tidak lagi menjadi penghalang bagi kemajuan. Kini, masyarakat tinggal menanti bagaimana sinergi besar ini mewujud menjadi kemudahan mobilitas yang nyata, sekaligus membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh cakrawala Indonesia. (Gdi)