WANITAINDONESIA.CO – Minyak goreng sisa atau yang akrab kita sebut minyak jelantah, biasanya berakhir begitu saja di saluran pembuangan dapur dan mencemari lingkungan.
Namun, di tangan para inovator, sisa penggorengan ini justru menjadi kunci penting dalam menjaga keasrian langit dunia.
Melalui maskapai Pelita Air, PT Pertamina (Persero) kini tengah menggalakkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) yang memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku utamanya. Langkah ini menjadi solusi nyata untuk memangkas emisi karbon di industri penerbangan global.
Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, dalam acara kuliah umum (studium generale) berkelanjutan yang digelar Universitas Pertamina di Jakarta, Jumat.
Agung menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang demi mencapai target nol emisi karbon (net zero emission) Indonesia pada tahun 2060, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi kaum perempuan yang peduli pada masa depan bumi, inovasi ini memberikan sudut pandang baru yang mencerahkan.
Menjaga kelestarian lingkungan ternyata bisa dimulai dari keputusan kecil di dapur kita sendiri. Pertamina berkomitmen untuk terus mematangkan perencanaan skenario (scenario planning) bisnisnya agar proses transisi energi ini berjalan secara terencana, bertahap, dan membawa kebaikan bagi generasi masa depan. (gdi)





