Solusi Cerdas BRIN Sulap Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Nelayan

Bahan bakar plastik untuk membantu nelayan mencari ikan. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Sering kali dianggap sebagai musuh utama kelestarian alam, limbah plastik yang menggunung di sudut-sudut kota dan pesisir pantai kini berpeluang menjadi penyelamat ekonomi. Melalui inovasi mutakhir, material yang tadinya tidak bernilai dan merusak ekosistem ini berhasil dikonversi menjadi sumber energi alternatif yang sangat berharga. Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya mampu membersihkan lingkungan dari polusi, tetapi juga menjadi jawaban konkret atas tingginya kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada lautan.

Terobosan besar ini dikemukakan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, saat menghadiri Konferensi Internasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Senin. Di hadapan para peneliti dari berbagai belahan dunia, beliau memperkenalkan sebuah mahakarya teknologi berskala industri yang dirancang khusus untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar.

Baca Juga :  Muslim Lifefair Kembali Di Gelar Bertajuk Pesta UMKM Di BRIN Cibinong

“Sampah plastik ini kan tidak punya nilai sebagian, nah sampah yang tidak punya nilai ini kemudian oleh BRIN disulap untuk menjadi bahan bakar untuk nelayan,” ujar Prof. Arif Satria dengan penuh optimisme.

Teknologi canggih yang diberi nama Liquid Fuel from Plastic Waste with Advanced Pyrolysis System for Industrial Scale (Bahan Bakar Cair dari Sampah Plastik dengan Sistem Pirolisis Lanjutan untuk Skala Industri) ini bekerja dengan cara memanaskan plastik tanpa oksigen dalam suhu tertentu hingga mencair dan mengembun menjadi bahan bakar minyak. Jika proses konversi ini dapat terus diterapkan secara masif, maka ketergantungan para nelayan terhadap solar bersubsidi secara otomatis akan menurun drastis.

Arif Satria menegaskan bahwa inovasi ini menjadi angin segar yang dapat mengantarkan bangsa Indonesia menuju gerbang kemandirian energi, khususnya bagi sektor perikanan tangkap. Di luar teknologi tingkat tinggi tersebut, BRIN juga terus mendorong lahirnya berbagai peluang inovasi lain di sektor energi, baik yang bersifat lower technology (teknologi sederhana) maupun teknologi mutakhir yang padat modal.

Baca Juga :  Bunda, Intip Meja Makan Masa Depan, Beras Bisa Awet Dua Tahun

“Apalagi BRIN juga punya teknologi yang tinggi terkait dengan soal pengolahan sampah yang saat ini sudah diterapkan di Mataram, Lombok,” tutur Kepala BRIN tersebut menambahkan.

Melalui forum ilmiah berskala internasional ini, Arif Satria menaruh harapan besar agar bermunculan lebih banyak perspektif (sudut pandang) baru dan segar dalam menuntaskan agenda SDGs yang ditargetkan dapat tercapai sepenuhnya pada tahun 2030. Beliau mengingatkan bahwa setiap penelitian yang dilakukan oleh para akademisi dan inovator saat ini harus berorientasi pada penyelesaian masalah nyata yang dihadapi oleh masyarakat global.

Baca Juga :  Dari Dapur ke Langit Luas Melalui Avtur Ramah Lingkungan

Sebagai penutup, beliau menggarisbawahi pentingnya dasar ilmiah yang kuat dalam mengesekusi setiap kebijakan lingkungan dan energi. Penggunaan data yang valid akan memastikan bahwa setiap program kerja yang digulirkan dapat dipertanggungjawabkan dampak positifnya secara luas.

“Sudah menjadi komitmen global bahwa kita perlu melakukan langkah-langkah yang didasari oleh bukti dan data yang kuat sehingga apa yang kita lakukan memiliki akuntabilitas (keterpertanggungjawaban) yang besar,” pungkas Prof. Arif Satria di akhir pemaparannya.

Mengubah tumpukan limbah menjadi tetesan energi pembawa berkah adalah bukti nyata bahwa inovasi sains mampu berjalan beriringan dengan penyelamatan bumi. Dukungan penuh terhadap pemanfaatan energi alternatif ini bukan sekadar upaya menjaga kelestarian laut dari bahaya plastik, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk memastikan dapur para nelayan kita tetap mengepul dan masa depan energi Indonesia tetap menyala benderang. (Gdi)