Gelombang 400 Ribu Buruh Padati Monas di Hari Buruh 2026, Prabowo Subianto Janjikan 1 Juta Rumah dan Perjuangan Kesejahteraan

Dok. Youtube Skretariat Presiden

  WANITAINDONESIA.CO – Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berlangsung megah dengan kehadiran lebih dari 400 ribu buruh dari berbagai daerah yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Aksi yang semula direncanakan sebagai unjuk rasa berubah menjadi perayaan besar yang diwarnai semangat solidaritas pekerja dan harapan akan kebijakan yang lebih berpihak pada buruh.

Jumlah massa yang hadir terdiri dari berbagai elemen pekerja, termasuk buruh pabrik hingga pengemudi ojek online. Konfederasi serikat pekerja memperkirakan total peserta mencapai sekitar 400 ribu orang, menjadikan peringatan May Day tahun ini sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Rayakan Hari Buruh dengan Berbagi, Istana Kepresidenan Distribusikan Paket Sembako di Monas

Acara ini semakin mendapat sorotan karena dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan ratusan ribu buruh. Kehadiran presiden dalam peringatan Hari Buruh menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh melalui berbagai program strategis. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah rencana penyediaan satu juta rumah bagi buruh sebagai bagian dari upaya menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi para pekerja. Selain itu, ia juga menekankan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan buruh harus terus dilakukan secara berkelanjutan oleh negara dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Tahun 2026, Kemendikdasmen Lanjutkan dan Perkuat Komitmen Kesejahteraan bagi Guru Non-ASN

“Negara harus hadir memastikan buruh hidup layak. Kesejahteraan pekerja bukan sekadar janji, tetapi kewajiban yang harus terus diperjuangkan,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam pidatonya.

Selain isu perumahan, pemerintah juga menyinggung berbagai kebijakan lain yang dinilai pro-buruh, seperti penguatan regulasi ketenagakerjaan, pembatasan sistem outsourcing, serta perlindungan terhadap pekerja informal. Kebijakan-kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menciptakan sistem kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Baca Juga :  Guru SD di NTT Rasakan Dampak TPG dalam Peningkatan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Peringatan Hari Buruh 2026 ini berlangsung relatif tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan dukungan berbagai pihak. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dan diisi dengan orasi, hiburan, serta dialog antara pemerintah dan perwakilan buruh.

Momentum May Day tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kekuatan buruh, tetapi juga panggung penting bagi pemerintah untuk menunjukkan arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan. Dengan janji besar seperti pembangunan satu juta rumah dan peningkatan kesejahteraan, para buruh kini menaruh harapan agar komitmen tersebut benar-benar terealisasi dalam waktu dekat. (Den)