
WANITAINDONESIA.CO – Suasana Pantai Kuta pada Minggu pagi terasa berbeda dari biasanya. Di balik gulungan ombak yang menderu, nampak pemandangan yang memanjakan mata sekaligus menggetarkan hati.
Puluhan perempuan tangguh tidak mengenakan baju selancar biasa, melainkan tampil anggun dalam balutan kebaya warna-warni sembari memeluk papan selancar mereka. Inilah kemeriahan ajang “Kartini Go Surf 2026”, sebuah perayaan yang menyatukan tradisi budaya dengan keberanian olahraga ekstrem.
Aksi yang memukau ini diikuti oleh sekitar 20 peselancar perempuan, termasuk kehadiran istimewa dari enam peselancar penyandang disabilitas tunarungu yang tergabung dalam Team Corti Deaf Surfers.
Mengenakan kebaya di atas papan selancar bukanlah hal yang mudah, namun para perempuan ini membuktikan bahwa identitas budaya bukan penghalang untuk menaklukkan tantangan. Dengan senyum lebar, mereka menari di atas ombak, menciptakan harmoni antara kelembutan busana tradisional dan ketangguhan fisik.
Sang Ayu Putu Anastyasta Megadewi, salah satu peserta yang ikut memeriahkan acara, berbagi pengalamannya dengan penuh semangat. Ia mengaku bahwa berselancar dengan kebaya memberikan sensasi yang sangat unik dan menantang.
“Pasti ada rasa takut, tapi kalau dibawa enjoy ya tidak takut,” ungkapnya. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar tentang olahraga, melainkan cara untuk mengekspresikan jati diri sebagai perempuan Indonesia yang berani mencoba hal baru meski dianggap sulit oleh orang lain.
Dukungan penuh juga datang dari berbagai pihak, termasuk I Nyoman Graha Wicaksana, Ketua Komisi IV DPRD Badung. Ia menilai kegiatan ini sebagai wadah positif yang mampu menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif sekaligus memperkenalkan surfing sebagai profesi yang menjanjikan.
Menurutnya, keterlibatan penyandang disabilitas dalam ajang ini adalah langkah maju menuju inklusivitas. Ia berharap ke depannya ajang seperti ini bisa melahirkan atlet-atlet paralimpik yang membanggakan bagi tanah air.
Ajang yang telah memasuki penyelenggaraan ke-12 ini membuktikan bahwa semangat Kartini tetap hidup di setiap zaman. Lewat “Kartini Go Surf 2026”, para perempuan ini mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa keberanian dan emansipasi bisa dirayakan dengan cara yang indah di tengah alam. Selama ada kemauan untuk berdiri di atas papan kehidupan, siapa pun bisa menjadi Kartini modern yang menginspirasi sesamanya. (Gdi)




