
WANITAINDONESIA.CO – Jelang Hari Raya Lebaran tren busana lebaran menjadi topik menarik bagi fashion enthusiast yang ingin tampil stand-out.
Ditemui Wanitaindonesia pada soft opening Modest Luxe di Sarinah Thamrin, Jakarta pekan lalu, CEO Scarf Media, Temi Sumarlin menjelaskan, “Tren busana lebaran itu selalu berulang, mengedepankan pada unsur modernitas yang menyelaraskan zaman.”
“Tahun ini panggungnya Abaya, tapi dihadirkan dengan sentuhan modern kontemporer. Pilihannya bisa polos atau printed. Lainnya dengan lace, “ungkapnya.
Desainer yang kerap melakukan perjalanan dalam, dan luar negeri khusus untuk bertemu dengan para stakeholder di industri mode mengingatkan, agar fashion enthusiast tak salah pilih warna.
Dikarenakan warna tren lebaran mengacu ke warna tone earth seperti krem, khaki, abu, dan hitam yang dapat memberi efek tampilan bersih, segar, dan modern.
Sangat relevan untuk dikenakan kembali paska lebaran. Warna tone earth juga unggul untuk dipadupadankan dengan warna-warna lain.
Bagi penggemar warna cerah tak perlu berkecil hati, dikarenakan Wanita Indonesia yang dilimpahi dengan energi kreatif, bersama ekosistem Modest Luxe telah mempersiapkan warna-warna cerah.
Modest Luxe telah menyiapkan warna lime, dan pink yang kerap disebut “new black.”
“New black” akan membuat tampilan Anda “mencuri” pandang tamu-tamu yang sedang bersilaturahmi.
Temi membocorkan triks agar looks Abaya terlihat modern kontemporer, padukan saja dengan celana Palazzo maupun rok lipit, kini tampilan Abaya yang Anda gunakan terlihat sebagai outer.
Untuk motif Abaya terbilang cukup beragam, dari model minimalis hingga detail print, dan lace.

Tren Fashion Lebaran Hijau
Bagaimana dengan busana yang terinspirasi akan keindahan wastra Indonesia?
Trennya lebih ke cultural touch ya, tak lagi menggunakan material wastra. Lebih mengacu kepada reinterpretasi model busana kontemporer.
Terlihat pada koleksi di Modest Luxe Sarinah pada kebaya janggan, yang dibuat modern, dan formal. Ini merupakan kontribusi desainer dalam melestarikan budaya sembari menyelaraskan tren.
Bagi pengguna hijab, tren hijab lebaran mengacu ke nuansa edgy. Mari beri “panggung” untuk pashmina, terutama untuk hijab polos.
Tapi untuk hijab print, tren motifnya mengacu ke abstrak. Motif abstrak hadir menutup tren hijab sebelumnya, yakni motif floral berukuran maxi.
Motif abstrak memberi kesan modern, serta tidak terlalu ramai ketika dipadukan dengan busana yang memiliki detail tertentu.
Ihwal harga masyarakat urban lebih mengedepankan membeli produk berkualitas.
Konsep “buy better” ditandai dengan produk yang bagus, tahan lama, bisa digunakan sepanjang waktu dalam beragam momen.
Kesemuanya mengacu ke fashion berkelanjutan. Ini yang membedakan tren busana lebaran masyarakat urban dari masyarakat penggemar tren fast fashion.
Pandangan senada ihwal tren busana lebaran dikemukakan oleh Founder Dama Kara, Nurdini Prihastiti yang produk fashionnya bisa Anda temukan di Modest Luxe Sarinah.
Dini menerangkan, “Tren busana lebaran tahun ini, yang mana satu busana bisa digunakan untuk beberapa style. Menyelaraskan tempat, dan waktu.”
“Jika sebelumnya tren hanya berlaku untuk momen lebaran, kekinian penggunaanya bisa berlanjut setelah lebaran. Seperti untuk kegiatan sehari-hari seperti ke kampus, kantor, gathering dlsbnya, “imbuhnya.
“Dama Kara menghadirkan rancangan yang memakai kancing multifungsi, potongan two in one yang membuat satu busana bisa tampil berbeda, “ujarnya.
“Untuk lebaran kami telah mempersiapkan kemeja Janggan, vest berobi yang tetap memikat bila dikenakan tanpa obi, “pungkas Dini. (*)




