Dompet Dhuafa Bersama Paragonian Bergerak: Belajar Seru Bersama 100 Anak di TBM Edelweis

Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, mereka bersama-sama menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, penuh tawa, dan sarat nilai edukatif.

WANITAINDONESIA.CO – Gelak tawa anak-anak menggema di halaman Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Edelweis, Kamal, Jakarta Barat, pada Ahad (02/11/2025) pagi. Sejak pukul 08:00 WIB, suasana penuh semangat sudah terasa di lokasi kegiatan “Paragonian Bergerak: Belajar Seru Bareng Paragonian”, sebuah program kolaborasi antara PT Paragon Technology and Innovation dan Dompet Dhuafa melalui jejaring Sekolah Literasi Indonesia (SLI).

Kegiatan ini menghadirkan momen begitu berharga di mana 24 karyawan Paragon (Paragonian) turun langsung mendampingi 100 anak penerima manfaat untuk belajar, bermain, dan berkreasi bersama. Dengan semangat berbagi dan kepedulian sosial, mereka bersama-sama menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, penuh tawa, dan sarat nilai edukatif.

Program Paragonian Bergerak hadir dengan semangat menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan lingkungan, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui pendekatan interaktif, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu anak, memperkuat kepercayaan diri, serta mempererat hubungan positif antara anak, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan yang hangat, sambutan dari para tamu undangan, dan penampilan anak-anak TBM Edelweis. Hadir dalam kesempatan tersebut Utammi Sri Lestari, Manager Partnership ZIS Dompet Dhuafa, beserta jajarannya; Ari Kleryyanti, CSR ParagonCorp; serta Muhammad Arif, Inisiator TBM Edelweis.

Baca Juga :  Jalan Sehat Fesbuk 2,Radio Elgangga dan Dompet Dhuafa Berikan Dukungan dan Kesehatan bagi Ribuan Peserta di Bekasi

Dalam sambutannya, Utammi Sri menyampaikan apresiasi atas sinergi positif yang terjalin antara Dompet Dhuafa dan Paragon dalam bidang pendidikan. Ia mengamati semangat kakak-kakak Paragonian hari itu sungguh luar biasa. Mereka bukan hanya datang untuk berbagi, tetapi juga belajar dan bersenang-senang bersama adik-adik.

“Kolaborasi ini sudah yang kesekian kalinya antara Dompet Dhuafa dan Paragon. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang menumbuhkan nilai kemanusiaan dan literasi. Semoga langkah baik ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak,” ungkap Utammi.

Sementara itu, Ari Kleryyanti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk turut berkontribusi pada kemajuan pendidikan di Indonesia.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus membangun semangat belajar dan berbagi bagi karyawan Paragon sendiri,” ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, adik-adik dibagi dalam beberapa kelompok kegiatan. Kegiatan games edukatif menjadi pembuka yang seru. Adik-adik juga para Paragonian saling berinteraksi dalam permainan penuh tawa dan kerja sama.

Baca Juga :  Komitmen Peduli Lansia: Dompet Dhuafa Jatim Gelar Pesantren Lansia Angkatan Kedua di Bumi Maringi Peni

Selanjutnya, sesi membaca nyaring bertema lingkungan. Fasilitator dari Sekolah Literasi Indonesia (SLI) membacakan kisah inspiratif sambil mengajak adik-adik berdialog dan berefleksi tentang pentingnya menjaga bumi. Paragonian mendampingi setiap anak agar mereka dapat menyimak dengan penuh perhatian.

Tak berhenti di situ, kegiatan berlanjut dengan Kelas Literasi Kreatif (KLIK) hingga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Setiap anak menerima modul KLIK dan dibimbing oleh kakak-kakak Paragonian untuk memahami cara hidup sehat, kebersihan diri, serta kebiasaan baik sehari-hari. Proses belajar terlihat begitu intensif dan akrab.

Pada sesi membuat prakarya, adik-adik jenjang SD belajar membuat ecoprint di atas tote bag, sementara adik-adik dari jenjang PAUD asyik mewarnai celengan kaleng berisi pola gambar. Suasana penuh warna tampak di setiap sudut. Tangan-tangan kecil itu berkreasi dengan antusias di bawah pendampingan kakak Paragonian.

“Seru banget. Aku suka bikin ecoprint,” ucap salah satu anak dengan wajah ceria.

Salah satu Paragonian, Fuad, mengaku senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Ia merasa senang bisa bermain dan belajar bersama adik-adik yang sangat semangat dan ceria. Kegiatan yang paling berkesan baginya adalah saat menyanyi dan menari bersama mereka. Suasananya begitu hangat, ceria, dan menyenangkan.

Baca Juga :  Perlindungan dan Pemulihan Wilayah Pesisir dari Ancaman Bencana Iklim oleh WALHI dan DMC Dompet Dhuafa

Di saat bersamaan, Dompet Dhuafa juga menyelenggarakan Kelas Parenting untuk 50 orangtua dengan tema “Menjadi Orangtua Cerdas Literasi Digital”. Kelas ini bertujuan membekali para orangtua agar lebih bijak dalam mendampingi anak menggunakan gawai dan internet. Melalui sesi refleksi, pemaparan materi, serta diskusi interaktif, para orangtua diajak memahami bahwa literasi digital tidak berarti melarang anak menggunakan teknologi, tetapi menuntun mereka agar mampu memilah konten positif, belajar bersama, dan membangun komunikasi yang sehat di rumah.

Narasumber dari Sekolah Literasi Indonesia (Rangkul Keluarga Kita) mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan literasi pertama bagi anak. Sebab, orangtua adalah guru pertama bagi anak. Jika rumah penuh dengan budaya membaca dan berdiskusi, anak-anak akan tumbuh dengan kebiasaan belajar yang kuat.

Acara ditutup dengan foto bersama, pembagian school kit bagi setiap anak, doorprize, serta makan siang bersama. Wajah-wajah semringah adik-adik dan kakak-kakak Paragonian saling menanamkan nilai kemanusiaan dan perbuatan baik. (Adv)