5 Makanan yang Banyak Dihindari oleh Para Ahli Gizi - Wanita Indonesia <
RESEP

5 Makanan yang Banyak Dihindari oleh Para Ahli Gizi

wanitaindonesia.co Kesehatan dan kebugaran tubuh sangat tergantung dengan makanan yang kita konsumsi setiap hari. Apalagi bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Asupan makanan harus sangat diperhatikan. 

Kamu mungkin sudah banyak tahu tentang beberapa makanan yang dilarang bagi orang yang sedang berdiet, seperti roti putih, gorengan, permen, dan soda, misalnya. Tetapi, menurut ahli gizi, masih ada produk makanan terlarang lain yang justru lebih berbahaya. Apa saja produk yang dihindari oleh para ahli gizi? Berikut daftarnya.

  1. Yoghurt manis

Produk susu fermentasi yang benar-benar bergizi, tidak akan terasa manis. Yoghurt memang baik untuk tubuh kita, tapi lebih baik lagi jika mengonsumsinya tanpa gula. Artinya, kamu harus memilih yoghurt plain atau original, jangan membeli yoghurt varian rasa yang mengandung banyak gula.

Sebenarnya, ahli gizi merekomendasikan kita menghindari produk susu yang mengandung pengental dan pati. Namun jika tetap ingin mengonsumsi yoghurt, ingat untuk selalu memilih yoghurt plain dan tambahkan buah segar untuk dikonsumsi.

  1. Nasi

Nasi disebut-sebut hampir sama seperti roti. Dilihat dari nutrisinya, nasi termasuk sumber karbohidrat yang paling tidak bermanfaat menurut para ahli gizi. Ini karena nasi mengandung karbohidrat dalam jumlah besar yang dapat dengan mudah menyebabkan penambahan berat badan.

Jika tidak bisa lepas dari nasi, usahakan untuk memilih nasi berkualitas sangat tinggi agar lebih bermanfaat bagi tubuh.

  1. Peterseli

Ahli gizi merekomendasikan untuk tidak menambahkan peterseli ke hidangan apa pun sampai sebelum disajikan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan semua elemen bermanfaat yang terkandung di dalamnya.

Rupanya, Peterseli bisa berbahaya. Kita tidak boleh menambahkannya ke hidangan makanan dan menjadikannya hiasan pada saus mayones, krim asam, atau minyak lainnya,  karena peterseli bisa mengeluarkan nitrit dan berubah menjadi racun dalam waktu 30 menit.

  1. Keripik buah dan keripik sayur

Keripik buah sempat menjadi makanan populer di kalangan orang yang berdieta. Namun, tahukah kamu, sebagian besar produsen menggunakan metode yang sama untuk memproduksi keripik, baik itu kripik kentang, kripik singkong, keripik sayur atau kripik buah.

Mereka membuat keripik dengan cara menggorengnya dalam minyak. Proses ini memperpanjang umur simpan keripik selama hampir 3 kali lipat. Sayangnya, setelah digoreng dan diolah, buah dan sayuran yang dijadikan keripik sama sekali tidak bermanfaat atau menyehatkan. Karena keripik sayur atau keripik buah yang sudah diolah mengandung kalori yang sama seperti keripik kentang.

  1. Saus

Pernahkah kamu memperhatikan betapa bedanya saus tomat bikinan sendiri dengan saus tomat yang dibeli di toko? Hal serupa juga berlaku untuk saus lainnya, seperti saus mayones, tartar, mustard, dan lain-lain. Rasa bisa berbeda karena kebanyakan saus kemasan mengandung banyak gula.

Ahli gizi menjelaskan, untuk membuat saus kemasan yang enak, produsen cenderung lebih sering menambahkan gula daripada tomat alami. Selain memperkaya rasa, cara ini juga bisa mengurangi biaya produksi.

Untuk itu, ahli gizi menyarankan kamu memilih minyak zaitun atau biji rami untuk menambah rasa makanan. Atau, jika tetap ingin saus tomat, maka buatlah saus sendiri di rumah dengan cara menggiling tomat dan menambahkan rempah-rempah.

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button