10 Kiat Mencegah Mata Minus pada Anak - Wanita Indonesia <
PARENTING

10 Kiat Mencegah Mata Minus pada Anak

wanitaindonesia.coMata minus atau myopia yakni ketidakmampuan melihat dengan jelas objek yang berada pada jarak jauh mengharuskan anak-anak menggunakan kacamata sebagai solusinya. Kacamata adalah satu benda yang mungkin akan mengubah hidup si kecil. Akan ada benda yang selalu menempel di batang hidungnya dan menutupi matanya. Ia harus memakai benda tersebut ke mana saja, termasuk ketika bermain di luar atau berolahraga. Ah, betapa repotnya!

Belum lagi anak-anak harus membersihkan lensa kacamata agar tidak buram. Juga harus berhati-hati saat makan makanan yang panas karena lensa kacamata bisa berembun.

Nah, agar anak tidak perlu mengalami hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegahnya. Apa saja?

1. Hindari Pengenalan Gadget Terlalu Dini
Terlalu banyak menggunakan gadget akan membuat anak-anak terbiasa melihat dengan jarak yang sangat dekat. Di samping itu, radiasi gadget berbahaya untuk kesehatan mata jangka panjang.

2. Batasi Screen Time
Berdasarkan rekomendasi dari American Academy of Pediatrics, anak-anak di atas usia 6 tahun harus tetap dibatasi dalam screen time. Anda bisa mengizinkan mereka untuk screen time satu jam dalam sehari tergantung dengan kesepakatan keluarga. Itu pun jangan langsung dihabiskan dalam sekali waktu, tapi bagi ke dalam beberapa sesi.

3. Istirahatkan Mata
Bila anak harus melihat dalam jarak dekat, misalnya membaca atau mengerjakan tugas di depan layar komputer, Anda bisa gunakan strategi 30 menit kerja dilanjutkan dengan 10 menit istirahat, dan begitu seterusnya. Jeda waktu istirahat ini sangat dibutuhkan agar mata anak tidak terlalu lama bekerja dalam jarak yang sangat dekat. Saat istirahat, biarkan ia melihat dengan jarak jauh, melihat yang berwarna hijau seperti tanaman, dan mengedip-kedipkan matanya.

4. Makan Makanan Bergizi dan Sehat
Dorong anak untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi dan sehat. Anda bisa menyediakan makanan-makanan berwarna oranye terang seperti wortel atau pepaya yang banyak mengandung vitamin A dalam bentuk bekataroten (karotenoid) yang dapat meningkatkan kesehatan matanya.

5. Terapkan Pencahayaan yang Baik di Rumah
Jaga pencahayaan di rumah agar cukup. Terutama, di ruangan-ruangan yang sering digunakan oleh anak. Jangan biarkan ia belajar atau membaca di tempat agak gelap atau remang-remang. Bila perlu, sediakan lampu meja atau lampu belajar saat ia sedang belajar dan mengerjakan PR.

6. Perhatikan Posisi Duduk saat Menulis
Pastikan saat sedang menulis di meja, posisi kepala anak tidak terlalu menunduk. Hal ini bertujuan agar ia tidak melihat terlalu dekat. Di samping itu, pastikan agar dada dan dagu anak tegak. Ada beberapa anak yang terbiasa menulis dengan posisi kepala menyandar ke meja. Dengan posisi ini, mereka akan melihat dengan posisi miring. Ini tidak baik untuk kesehatan matanya.

7. Tidak Membaca atau Main Gadget Sambil Tidur
Saat membaca buku cerita, komik, atau bermain gadget, anak-anak mungkin tertarik untuk merebahkan diri di kasur. Sebaiknya langsung tegur mereka agar tidak melakukan aktivitas tersebut sambil tiduran. Hal ini tidak baik untuk kesehatan matanya.

8. Aktivitas Fisik di Luar
Aktivitas fisik akan menggantikan screen time. Anda bisa mengajak anak-anak rutin bersepeda, lari bersama, main bola, badminton, atau berenang. Saat berkegiatan di luar, mata anak juga secara tidak langsung dilatih untuk fokus melihat dalam jarak jauh.

9. Rutin Periksa
Kebanyakan orang tua mengetahui bahwa anaknya mengalami rabun jauh ketika anaknya mengeluh benar-benar susah melihat dalam jarak jauh. Padahal apabila diketahui lebih awal, ukuran kacamata yang diperlukan mungkin bisa jadi lebih kecil dan dapat ditahan di angka tersebut agar tidak bertambah. Oleh karena itu, sebaiknya mata anak rutin diperiksa 6 bulan sekali untuk mengontrol apakah semuanya baik-baik saja.

10. Bila Punya Riwayat Keluarga yang Pakai Kacamata
Menurut dr. Adhi Wicaksono, SpM., dokter spesialis mata anak dari RS Mata Aini, Jakarta, mengatakan bahwa 50% anak yang orang tuanya memakai kacamata lebih besar kemungkinannya untuk menggunakan kacamata di kemudian hari pula. Oleh karenanya ia menyarankan agar anak diperiksakan ke dokter mata sedini mungkin bila orang tuanya juga memakai kacamata. (wi)

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button