WANITAINDONESIA.C0 – Kabar membanggakan datang dari industri pengolahan susu dalam negeri. Produk yogurt kebanggaan tanah air kini resmi menapaki pasar internasional melalui pelepasan ekspor perdana ke Vietnam. Langkah besar ini dilakukan oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk yang berbasis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan nilai ekspor mencapai 65 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,13 miliar.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa produk olahan susu (dairy product) asal Indonesia memiliki daya saing yang kuat dan mampu memenuhi standar kualitas dunia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, dalam keterangannya di Jakarta pada hari Rabu, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas produk kita tidak kalah saing dan sangat diminati oleh pasar luar negeri.
“Langkah ini semakin meneguhkan posisi dan daya saing produk yogurt nasional di pasar Vietnam dan Asia,” ujar Fajarini Puntodewi dengan penuh optimisme.
Kehadiran yogurt Indonesia di Vietnam diharapkan dapat mengikuti selera pasar setempat sekaligus memperkuat citra produk pangan nasional.
Ekspor produk olahan susu Indonesia memang terus menunjukkan tren (kecenderungan) yang menggembirakan. Sepanjang tahun 2021 hingga 2025, sektor ini mencatatkan pertumbuhan yang stabil. Memasuki awal tahun 2026, performanya melesat tajam. Pada periode Januari hingga Februari saja, ekspor produk olahan susu nasional sudah mencapai 14,81 juta dolar AS, melonjak drastis sebesar 63,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara khusus, komoditas yogurt menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Nilai ekspor yogurt Indonesia ke berbagai belahan dunia mencapai 1,45 juta dolar AS pada dua bulan pertama tahun 2026, atau meningkat lebih dari 50 persen. Angka-angka ini mencerminkan bahwa industri dairy Indonesia sedang berada dalam masa keemasan, di mana kepercayaan pasar global terhadap keamanan pangan dan kelezatan produk kita semakin meningkat.
Keberhasilan menembus pasar luar negeri tentu tidak terjadi dalam semalam. Kementerian Perdagangan terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas bagi para pelaku usaha untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing mereka. Mulai dari program misi dagang, pameran internasional, hingga penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan produsen lokal dengan pembeli dari mancanegara. Selain itu, peningkatan kapasitas terkait pemenuhan standar mutu internasional juga menjadi fokus utama pemerintah.
Fajarini Puntodewi mengajak seluruh pihak, mulai dari pelaku industri hingga instansi terkait, untuk terus bersinergi (bekerja sama) demi memperkuat posisi produk Indonesia di panggung global.
Dengan kualitas yang terjaga dan dukungan kebijakan yang tepat, produk-produk yang sering kita temukan di lemari es keluarga Indonesia kini siap bersaing secara elegan di pasar dunia, membawa nama harum bangsa melalui setiap kemasannya. (gdi)





