Waspada! Bali Masuk Daftar ‘Travel Warning’ Korea Selatan, Wamenpar Angkat Bicara

Salah satu objek wisata di Bali, Pantai Kuta. (Foto: Gdi)

WANITAINDONESIA.CO – Kabar kurang enak datang dari Pulau Dewata. Belakangan ini, para pelancong, khususnya dari Korea Selatan, diminta lebih waspada saat berlibur ke Bali. Pemerintah Korea Selatan secara resmi mengeluarkan “travel warning” menyusul adanya laporan kasus kriminalitas serius yang menyasar warga negara asing.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Di sela-sela pembukaan acara Saka Yoga ke-8 di Jakarta (11/4), Ni Luh menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus dilakukan.

“Kami akan terus koordinasi dengan Kemlu, termasuk melakukan pendekatan diplomatik dengan pemerintah Korea Selatan,” ujar Ni Luh dengan nada optimis.

 

Mengapa Korea Selatan Merasa Cemas?

Peringatan keamanan yang dirilis Kedubes Korea Selatan mencakup area-area populer seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu.

Baca Juga :  15 Keunikan Korea Selatan yang Jarang Kita Ketahui 

Mereka menyoroti risiko kejahatan serius, mulai dari penculikan hingga kekerasan seksual. Pihak Korsel juga menggarisbawahi pentingnya penguatan sistem keamanan seiring dengan melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan.

Meski ada peringatan tersebut, Ni Luh Puspa mencatat bahwa tren kunjungan turis asal Negeri Ginseng ke Indonesia sebenarnya masih menunjukkan grafik peningkatan. Maklum saja, Korea Selatan masuk dalam daftar 10 besar negara penyumbang wisatawan terbanyak bagi Indonesia.

 

Polda Bali Pasang Badan: “Bali Tetap Aman!”

Di sisi lain, Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya memastikan bahwa aparat kepolisian bekerja maksimal 24 jam untuk menjamin keamanan.

Meskipun menghargai kekhawatiran pihak Kedubes Korsel, ia menegaskan bahwa situasi di lapangan tetap kondusif bagi siapa pun yang ingin menikmati keindahan Bali.

Baca Juga :  229 Hotel di Bali Dapat "Rapor Merah" Lingkungan

Sebagai warga Indonesia tentunya kita dituntut untuk ikut menjaga keamanan terutama di objek wisata yang dikunjungi turis asing. Berikut langkah yang diambil apabila menemukan tindak kejahatan di objek wisata atau malah ikut menjadi korban.

1. Jangan Panik, Segera Hubungi Call Center 110
Ini adalah nomor darurat kepolisian Indonesia. Jika Anda berada di Bali, Anda juga bisa menghubungi nomor khusus Pariwisata atau datang ke pos polisi terdekat di area wisata.

2. Laporkan ke Satgas Pariwisata (Bali Tourism Board)
Bali memiliki satuan tugas khusus untuk menangani keluhan wisatawan. Jangan ragu melapor jika Anda merasa diintimidasi oleh oknum, termasuk jika pelakunya adalah sesama warga asing.

3. Simpan Nomor Darurat Kedutaan/Konsulat
Jika kejahatan melibatkan warga negara asing, pihak konsulat negara yang bersangkutan biasanya akan ikut turun tangan. Memiliki kontak mereka akan mempercepat proses birokrasi legal.

Baca Juga :  Maxime Bouttier Buka Suara Soal Rencana Punya Anak dengan Luna Maya: Pengin Tiga Sampai Lima Anak!

4. Dokumentasikan Secara Diam-diam
Jika memungkinkan dan aman, ambil foto atau video pelaku/plat nomor kendaraan. Bukti visual sangat membantu polisi dalam melakukan pengejaran cepat.

5. Manfaatkan Fitur ‘Share Location’
Selalu bagikan lokasi terkini (live location) kepada keluarga atau sahabat terpercaya selama Anda berpindah tempat, terutama saat menggunakan transportasi umum atau jasa tour guide pribadi.

6. Hindari Area Sepi dan Gelap Sendirian. Tetaplah berada di jalur utama yang ramai dan memiliki penerangan cukup di malam hari.

Stay safe! Keindahan Indonesia tetap layak dinikmati tetapi tetap dibarengi dengan kewaspadaan tentunya. (gdi)