WANITAINDONESIA.CO – Seringkali kita merasa aman saat melihat anak asyik bermain dengan mainan plastiknya yang berwarna-warni. Namun, tahukah Ayah dan Bunda? Di balik keceriaan itu, ada ancaman nyata berupa mikroplastik dan zat kimia berbahaya yang mengintai kesehatan si kecil.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), memberikan peringatan keras bagi para orang tua untuk lebih selektif. Menurutnya, bahan plastik bukan tanpa risiko, terutama jika terpapar suhu tinggi.
“Kalau plastik dipanaskan, itu tentu bisa berbahaya. Biasakan membaca konten atau label dari mainan yang digunakan oleh anak-anak kita,” tegas dr. Piprim dalam media briefing di Jakarta.
Plastik yang terpapar panas atau aus karena pemakaian lama dapat melepaskan partikel mikroplastik. Jika tertelan atau terhirup, zat ini berpotensi mengganggu sistem tubuh anak. Dr. Piprim menekankan pentingnya mencari jaminan keamanan tertulis dari produsen jika terpaksa menggunakan mainan berbahan plastik.
Namun, solusi terbaik sebenarnya ada pada kekayaan alam kita sendiri. Dibandingkan plastik yang kaku dan berisiko, bahan alami justru jauh lebih aman dan mampu merangsang kreativitas tanpa batas.
Rekomendasi Mainan non Plastik
Beralih ke bahan alami bukan berarti kuno. Justru, mainan ini memberikan pengalaman sensorik yang lebih kaya bagi anak. Berikut adalah beberapa contoh konkretnya:
1. Balok Susun dari Kayu Alami (Wooden Blocks)
Alih-alih Lego plastik, gunakan balok kayu solid (bukan kayu press/MDF yang mengandung lem kimia).
- Keamanan: Pastikan menggunakan cat water-based (non-toxic) atau tanpa cat sama sekali (unfinished but smooth).
- Manfaat: Melatih motorik halus dan pengenalan beban/tekstur yang lebih nyata dibanding plastik yang ringan.
2. Tanah Liat atau Homemade Playdough
Dr. Piprim menyarankan tanah liat karena Indonesia kaya akan bahan ini.
- Keamanan: Gunakan tanah liat bersih atau buat “malam” sendiri di rumah menggunakan campuran tepung terigu, garam, dan pewarna makanan alami.
- Manfaat: “Jangan takut anak kotor,” ujar dr. Piprim. Bermain tanah liat sangat efektif merangsang kreativitas dan sensorik peraba anak.
3. Boneka dari Serat Alami (Kapas atau Wol)
Pilih boneka yang terbuat dari kain katun organik atau rajutan wol dengan isian serat kapas (bukan dakron sintetis).
- Keamanan: Tidak mengandung bahan kimia penghambat api (flame retardants) yang sering ditemukan pada boneka pabrikan plastik.
- Manfaat: Memberikan rasa nyaman dan tekstur yang lebih hangat bagi kulit anak.
4. Alat Masak Mini dari Logam atau Kayu
Untuk permainan peran (roleplay), gunakan miniatur alat masak dari kayu mahoni atau logam (stainless steel) yang tidak tajam.
- Keamanan: Jauh lebih awet dan tidak akan lumer atau mengeluarkan zat kimia jika anak berpura-pura “memasak” dengan air hangat.
Langkah kecil seperti memeriksa label mainan dan mulai beralih ke produk berbahan alami bisa menjadi investasi besar bagi kesehatan jangka panjang si kecil. Yuk, mulai lebih kritis dan kreatif dalam memilih teman bermain untuk buah hati! (Gdi)





