Wah! Bu Sri Mulyani Kembali Dipercaya Tempati Posisi Penting Bank Dunia

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat diwawancarai dalam sebuah siniar. (Youtube)

WANITAINDONESIA.CO – Sepak terjang Sri Mulyani Indrawati di kancah keuangan global kembali mengukir catatan emas. Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia ini resmi ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) Asosiasi Pengembangan Internasional (International Development Association/IDA) ke-22. Penetapan posisi strategis ini menempatkannya di barisan terdepan untuk mengawal penggalangan dana berskala global demi menyambung asa puluhan negara termiskin di dunia.

Kabar membanggakan tersebut dikonfirmasi melalui keterangan resmi Bank Dunia. Terpilihnya Sri Mulyani bukanlah proses yang instan. Ia menyisihkan deretan nama besar setelah lolos dari penyaringan ketat komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam. Dalam peran terbarunya, ia akan bersanding dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe, untuk memimpin proses pengisian kembali dana hibah dan pinjaman lunak lembaga tersebut.

Baca Juga :  LAN Raih Peringkat Tiga Besar Pelaksanaan Kinerja Anggaran Tahun 2021

Sejak berdiri pada tahun 1960, IDA telah menjelma menjadi penopang utama dalam memerangi kemiskinan ekstrem di berbagai belahan bumi. Tak kurang dari 632 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar 10.000 triliun rupiah) telah disalurkan untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di 115 negara. Melalui bantuan hibah dan pinjaman tanpa bunga maupun berbunga rendah, lembaga di bawah naungan Grup Bank Dunia ini terus memacu pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya tahan, serta mengangkat taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

Pengangkatan Sri Mulyani bukan tanpa alasan kuat. Pengalaman panjangnya di ranah kebijakan publik dan ekonomi global menjadi pertimbangan utama Bank Dunia dalam memercayakan kepemimpinan siklus IDA22 kepadanya.

Baca Juga :  Sri Mulyani Mengatakan Utang RI Melonjak Pasca Pandemi

“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tegas Bank Dunia dalam pernyataan resminya.

Sesuai tradisi yang berjalan sejak siklus IDA18, kepemimpinan pengisian kembali dana ini memang dirancang untuk memadukan dua kekuatan: seorang tokoh independen terkemuka yang menguasai peta bank pembangunan multilateral, serta pejabat tingkat tinggi yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

Tugas berat kini telah menanti di hadapan Sri Mulyani. Ia mengemban amanat untuk mendorong penguatan dukungan kebijakan sekaligus memastikan ketersediaan dana, baik dari negara-negara donor maupun bagi negara-negara penerima manfaat. Pertemuan pengisian dana yang digelar tiga tahun sekali ini menjadi momentum krusial bagi para mitra global untuk meninjau arah kebijakan strategis pembiayaan dunia.

Baca Juga :  Sri Mulyani Mengatakan Utang RI Melonjak Pasca Pandemi

Langkah awal siklus IDA22 ini akan diresmikan secara formal dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026 mendatang. Rangkaian proses tersebut bakal bermuara pada pertemuan final penyampaian komitmen pendanaan yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027. Keputusan dari siklus IDA22 ini kelak menjadi penentu arah pembiayaan bersyarat lunak (konsesional) bagi 78 negara berkembang hingga tahun 2031.

Kehadiran sosok dengan rekam jejak kepemimpinan yang tangguh di tingkat global ini menjadi bukti nyata bahwa kapabilitas dan integritas mampu melampaui batas-batas wilayah. Langkah strategis Sri Mulyani dalam mengawal dana kemanusiaan dunia ini patut menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja untuk terus memberikan kontribusi terbaik dan membawa dampak positif nyata bagi peradaban dunia. (Gdi)