Upaya PLN Kenalkan Listrik Aman Sejak Dini

Suasana ceria dan penuh antusias mewarnai momen saat salah satu pegawai PLN UID Jakarta Raya berinteraksi langsung dengan siswa SDN Tegal Parang 03 Pagi dalam sesi edukasi santai tentang kelistrikan, menghadirkan pembelajaran yang ringan dan mudah dipahami. HO-PLN UID Jaya

WANITAINDONESIA.CO – Edukasi mengenai keselamatan di dalam rumah kini mulai menyasar generasi muda dengan cara yang jauh lebih interaktif dan menyenangkan. Langkah ini penting dilakukan mengingat rumah seharusnya menjadi tempat paling aman, namun sering kali menyimpan potensi bahaya tersembunyi jika penggunaan energi tidak disikapi dengan bijak. Menyadari hal tersebut, sebuah gerakan edukasi kreatif bertajuk Little Spark Guardians: Misi Penyelamatan Rumah sukses digelar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Parang 03 Pagi, Jakarta Selatan. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan energi secara aman sejak usia dini.

Aksi nyata ini digerakkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui PLN UP3 Lenteng Agung sebagai bagian dari program keterlibatan karyawan (Employee Engagement) bernama Gerakan Mengajar di bawah payung PLN Peduli. Sebanyak 50 siswa dari kelas 4 dan 5 dilibatkan secara aktif dalam misi penyelamatan ini. Mereka diajak untuk memahami risiko serta mengenali berbagai potensi bahaya yang kerap terjadi di lingkungan sekitar mereka, seperti bahaya penggunaan colokan atau stop kontak yang berlebihan, kabel yang mengelupas atau rusak, hingga pemicu terjadinya hubungan arus pendek (korsleting).

Baca Juga :  Tiga UMKM Cantik Binaan PLN Unjuk Gigi di IHBF Expo 2026

Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, para siswa juga dilatih untuk peka terhadap tanda-tanda awal gangguan arus energi di rumah. Mereka belajar mengenali indikasi bahaya seperti munculnya bau hangus, adanya percikan api, hingga peralatan elektronik yang mendadak tidak berfungsi secara normal. Pengenalan dini ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang tanggap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat di kediaman mereka.

Pentingnya menanamkan pemahaman ini sejak dini diakui sebagai langkah strategis untuk memperluas payung keselamatan di tingkat keluarga. General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengalirkan edukasi yang mudah dicerna oleh anak-anak. “Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar cara menggunakan listrik dengan aman dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini bisa mereka terapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik,” tutur Andy Adcha saat memberikan penjelasan.

Baca Juga :  PLN UID Jakarta Raya Hadirkan Kemudahan Kelistrikan Serentak bagi Ribuan Keluarga

Proses belajar mengajar pun terasa semakin hidup berkat adanya kolaborasi multisektor yang melibatkan Yayasan Karya Salemba Empat serta para mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Negeri Jakarta. Kehadiran para mentor muda ini membuat suasana diskusi dan permainan edukatif menjadi lebih akrab serta interaktif. Siswa tampak sangat antusias dan aktif mengajukan pertanyaan seputar pengalaman mereka sehari-hari di rumah saat menggunakan berbagai perangkat elektronik.

Metode penyampaian yang ringan dan berbasis visual terbukti mempermudah penyerapan materi yang sejatinya bersifat teknis bagi anak-anak. Manager PLN UP3 Lenteng Agung, Yuniar Budi Satrio, memaparkan bahwa anak-anak menunjukkan daya tangkap yang luar biasa ketika proses belajar dikemas tanpa tekanan. “Anak-anak cepat memahami saat belajar dengan cara yang menyenangkan. Mereka bisa langsung mengingat hal sederhana seperti tidak menumpuk colokan dan melapor jika melihat kondisi listrik yang berbahaya,” ungkap Budi mengenai efektivitas metode tersebut.

Baca Juga :  Dirut PLN: 2026, Haram Bangun PLTU Berbasis Batu Bara

Upaya kolektif dalam menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal merupakan sebuah investasi kenyamanan jangka panjang bagi setiap penghuninya. Membentuk generasi muda yang cerdas dan peduli terhadap aspek keamanan di sekitarnya akan melahirkan lingkungan domestik yang jauh lebih aman serta harmonis. Mari kita bersama-sama mendukung ruang belajar yang suportif bagi anak-anak serta terus meningkatkan kewaspadaan di dalam rumah, karena perlindungan terbaik bagi keluarga besar selalu dimulai dari kepedulian pada hal-hal kecil di sekitar kita. (gdi)