Ucapan Abdel Achrian soal Tak Sanggup Melayat Temon Jadi Kenyataan

Abdel ternyata pernah mengucapkan bahwa dirinya merasa tidak akan sanggup melayat Temon jika suatu hari sahabatnya itu meninggal dunia. FOTO: INSTAGRAM

WANITAINDONESIA.CO – Abdel Achrian mengungkap penyesalan mendalam usai kepergian sahabat sekaligus partner komedinya, Temon.

Abdel mengaku tidak bisa menemani Temon di saat-saat terakhir maupun mengantarkan jenazahnya ke pemakaman karena sedang berada di Amerika Serikat.

Yang membuat kisah ini semakin mengharukan, Abdel ternyata pernah mengucapkan bahwa dirinya merasa tidak akan sanggup melayat Temon jika suatu hari sahabatnya itu meninggal dunia.

Ucapan Abdel tersebut kini menjadi kenyataan, meski bukan karena keinginannya.

Baca Juga :  Kabar Duka: Komedian Temon Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun

“Salah satu yang bikin nyesel mungkin memang gue enggak ada di saat-saat terakhir Temon. Jadi itu bikin ngerasa ada sedikit penyesalan, ngerasa nyesel, bersalah gitu. Perasaan tuh enggak enak banget,” ujar Abdel.

Abdel mengenang sebuah percakapan yang pernah ia lontarkan dalam sebuah konten bersama Temon. Saat itu, ia sempat mengatakan tidak sanggup membayangkan harus menghadiri pemakaman sahabat yang telah menemaninya selama puluhan tahun.

“Karena beberapa waktu yang lalu tuh, di beberapa konten lah gue bilang, ‘Gue kayaknya enggak sanggup deh kalau melayat lu meninggal, Mon’,” kata Abdel.

Baca Juga :  Sempat Hadiri Wisuda Anak Jadi Kenangan Terakhir Sebelum Temon Meninggal Dunia

Namun tak disangka, ucapan tersebut benar-benar terjadi. Bukan karena ia memilih untuk tidak datang, melainkan karena sedang berada di luar negeri saat kabar duka itu datang.

“Tapi benar-benar terjadi, gue enggak bisa nganterin Temon, enggak bisa melihat jenazahnya terakhir, dan enggak bisa nganterin Temon ke pemakamannya,” lanjutnya.

Baca Juga :  Kronologi Temon Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Nyeri Dada Sebelum Mengembuskan Napas Terakhir

Saat Temon mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 12 Juli 2026, Abdel sedang menjalani agenda di Amerika Serikat. Jarak dan waktu membuatnya tidak memungkinkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum prosesi pemakaman berlangsung.

Kondisi itu membuat Abdel merasa bersalah. Ia berharap mendiang sahabatnya memahami bahwa ketidakhadirannya bukan karena tidak ingin memberikan penghormatan terakhir.

“Mudah-mudahan Temon tahu gue lagi memang enggak bisa, bukannya enggak mau,” ucap Abdel penuh haru. (GIE)