Ubah Rutinitas Kecantikan Jadi Gerakan Kemanusiaan untuk Pejuang Kanker

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD. KHOM, FINASIM, FACP (tengah) didamping Direktur Marketing Kapas Selection Djohan Rachmat (kiri) dan Tim CSR Kapas Selection Stefani Tanaka (kanan) tengah memberikan penjelasan kepada wartawan terkait dengan Hari Kanker Dunia. (Dokumen Pribadi)

WANITAINDONESIA.CO – Bagi banyak wanita, membersihkan wajah dengan kapas adalah rutinitas sederhana sebelum memulai atau mengakhiri hari. Namun, bagaimana jika rutinitas kecantikan tersebut bisa membantu menyelamatkan nyawa pejuang kanker?

Melalui kampanye bertajuk “Beauty with Purpose: Support Cancer Fighter”, Kapas Selection (PT Tarunakusuma Purinusa) membuktikan bahwa kecantikan bisa berjalan beriringan dengan misi kemanusiaan. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp100 juta yang diserahkan langsung kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Jakarta, Kamis (5/2).

Direktur Marketing Kapas Selection, Djohan Rachmat, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan menyambut Hari Kanker Dunia. Program ini melibatkan partisipasi aktif konsumen setianya yang berbelanja melalui lokapasar (marketplace) resmi.

Baca Juga :  Agungkan Marwah Wanita lewat Kecantikan dan Industri Perfilman

“Kami mengajak pelanggan setia Kapas Selection untuk berbagi kasih melalui pembelian produk tertentu. Dana yang terkumpul ini ditujukan untuk mendukung operasional pasien di rumah singgah YKI,” ungkap Djohan.

Stefani Tanaka dari Tim CSR Kapas Selection menambahkan bahwa misi utama kampanye ini adalah menyentuh sisi empati konsumen. “Kami ingin mengajak setiap wanita mengubah rutinitas kecantikan harian mereka menjadi sebuah gerakan kemanusiaan bagi sesama,” tuturnya.

Menyelamatkan Lebih Banyak Nyawa

Ketua Umum YKI, Prof. DR. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD. KHOM, FINASIM, FACP, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah korporasi ini. Menurutnya, dukungan dalam bentuk edukasi memiliki dampak yang jauh lebih masif.

Baca Juga :  Irma Darmawangsa Lakukan Perawatan dan Operasi di Klinik Bedah Plastik Queen Sunter

“Lewat edukasi, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa dibandingkan harus terjun langsung membantu pengobatan. Ibaratnya, dibandingkan dengan pengobatan satu orang, edukasi sebenarnya bisa menyelamatkan seratus orang,” jelas Dr. Aru.

Beliau juga membagikan fakta medis yang krusial bagi masyarakat: Hanya 10% penderita kanker yang dipicu oleh faktor keturunan. Sedangkan 90% sisanya disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat.

Dr. Aru mengungkapkan keprihatinannya terhadap banyaknya pasien yang baru mencari bantuan saat sudah memasuki stadium empat. Selain peluang sembuh yang mengecil, kondisi ini juga memberikan beban finansial yang berat bagi keluarga.

Baca Juga :  Nurtura Hadirkan Ultherapy Prime Solusi Anti Aging, Minim Nyeri, Tidak Ada Efek Samping Serta Tindakan Tanpa Operasi yang Terkini

“Meskipun BPJS Kesehatan menanggung pengobatan kanker, namun bagi stadium lanjut, ada beberapa jenis obat yang tidak ter-cover. Itulah mengapa edukasi menjadi solusi tepat agar penyakit ini dapat ditekan sejak dini,” tambahnya.

Melalui bantuan ini, YKI berkomitmen untuk terus memperkuat upaya promotif (pencegahan), preventif (deteksi dini), dan suportif (dukungan) bagi para pejuang kanker di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan sektor swasta seperti Kapas Selection menjadi bukti bahwa kepedulian kolektif adalah kunci utama melawan kanker. (Gdi)