Tren Kecantikan 2026 Glowing Nan Hakiki

Dokter Acha Medissia bersama Dermies Max tantang pembaca Wanitaindonesia "Berani glowing tanpa make-up? (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Tren kecantikan tahun ini lebih kepencarian ihwal kesehatan kulit wajah yang komprehensif.

Jika di tahun-tahun sebelumnya Beauty Enthusiast berhasrat untuk memiliki kulit glowing, dengan menggunakan banyak produk skincare, kekinian mereka sadar bahwa itu bukanlah esensi kecantikan yang sesungguhnya.

Ditemui Wanitaindonesia.co di peresmian Klinik Dermies Max di daerah Kemang, Jakarta, Dokter Echa Medissia menjelaskan secara gamblang hal-hal yang diinginkan, serta dikejar oleh para Skin Enthusiast untuk mendapatkan kulit wajah cantik alami.

Dokter yang memiliki keahlian di Glowing Skin, Healthy Scalp & Hair Expert menjelaskan, “Saya melihat tren kecantikan di 2026 bukan lagi untuk mendapatkan kulit glowing dengan menggunakan skincare berlapis, melainkan munculnya kesadaran bahwa kecantikan kulit seseorang itu akan terpancar, bila mereka berani tampil tanpa make-up. Glowing tanpa make-up.

Untuk mendapatkannya, para Skin Enthusiast saat ini tengah berfokus memperbaiki Skin barrier mereka, hal dikarenakan kesalahan pada masa lalunya.

Upaya untuk mengembalikan skin barrier yang sehat dilakukan lewat sejumlah treatment.
Yang banyak diminati saat ini adalah DNA Salmon, merupakan injeksi skin booster. Berfungsi untuk membantu meregenerasi kulit.

Di tahun 2026, Skin Enthusiast yang menginginkan kulit glowing tanpa make-up berupaya mengembalikan skin barrier mereka agar lebih kuat.

“The Heart of Beauty Hype” Dermies Max Kemang, selain klinik estetika juga menjadi destinasi gaya hidup kecantikan modern. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Lebih lanjut Dokter Acha menjelaskan, skin barrier dengan fungsi sawar kulit yang sehat, serta kelembapan kulit yang selalu terjaga, berguna untuk menangkal paparan radikal bebas, pengaruh polusi agar tidak merusak kulit.

Tentu saja untuk meng-encourage para Skin Enthusiast agar skin barrier mereka terawat, serta selalu terjaga lekat dengan beragam tantangan.

Selain mindset, lifestyle mereka harus dirubah agar terbiasa untuk hidup sehat.

“Saya merasakan edukasi, serta akses ke Dokter kecantikan masih kurang merata. Lebih berfokus di sejumlah kota besar. Sedangkan mereka yang berdomisili di pelosok kurang dapat mengakses, serta mendapatkan informasi seputar permasalahan kulit, serta upaya-upaya yang harus dilakukan untuk memperbaikinya, “kata Dokter Acha.

Baca Juga :  Agungkan Marwah Wanita lewat Kecantikan dan Industri Perfilman

“Ini menjadi peer bersama bagaimana dokter estetik mampu memberikan edukasi kesehatan kulit secara merata, menyeluruh, dan holistik, “cetusnya.

Bicara mengenai skin barrier pada beragam kelompok usia, hadir tantangan menarik. Skin barrier yang rusak di usia muda, dan kondisinya belum parah, lebih mudah penanganannya, serta dipulihkan kondisinya agar kembali sehat, dibandingkan dengan yang berusia dewasa maupun lansia. Terlebih sekarang Indonesia memiliki populasi usia lansia yang cukup besar.

Best of best 2026 treatment menggunakan DNA Salmon. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Kulit Sehat Hak Mutlak Semua Generasi

“Sebagai dokter estetik, kami juga mengajak kelompok usia lansia untuk melakukan perawatan kulit yang komprehensif, agar kualitas hidupnya kian meningkat, “tambahnya.

Dokter Acha melanjutkan, “Anti-aging di masa sekarang menurut hemat saya bukanlah suatu tantangan, tapi yang utama bagaimana kita mendapatkan aging-gracefully. Yang merupakan sebuah upaya untuk memperlambat proses penuaan dengan tidak menghentikan prosesnya.”

“Penuaan kulit merupakan proses alami, namun sebagai manusia modern kita wajib memperlambat prosesnya. Hal ini kembali lagi kepada skin barrier. Bila skin barriernya kuat, otomatis gangguan seperti kerutan-kerutan halus di wajah tidak akan mudah muncul, juga dengan tanda-tanda penuaan lainnya, “terangnya.

“Selain edukasi yang belum merata, muncul tantangan lainnya seputar permasalahan lifestyle yang buruk. Gen-Z identik penggemar jajanan manis, dan mengandung minyak tinggi. Es kopi , dan gorengan menjadi minuman favorit, serta kudapan sehari-hari yang sering dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Kedua jenis olahan ini justru akan mempercepat terjadinya proses penuaan, “ungkapnya.

“Faktor lain ketidakmampuan untuk melakukan manajemen stres dengan baik. Kita sadari permasalahan kesehatan mental menjadi masalah serius di Indonesia. Stres akan memengaruhi kesehatan kulit serta mempercepat proses aging, “cetus Dokter Acha.

Baca Juga :  Peluncuran JMFW 2026, Mendag Busan: Kukuhkan Kiblat Tren Modest Fashion Masa Depan

Menurut dokter yang mumpuni berperan sebagai MC di acara pembukaan Dermies Max, flagship clinic pertama di Kemang, penanganannya kembali ke individu masing-masing. Diantaranya bagaimana mereka berupaya untuk selalu hidup bahagia.

Bagaimana seseorang itu bisa mindfulness, dengan merendahkan level stres mereka, sehingga akan berdampak positif ke kulit.

“Salah satu upaya yang bisa dilakukan, dan terbilang mudah adalah dengan banyak bergerak. Lakukan olahraga secara rutin, atau meditasi. Biar bagaimanapun manajemen stres yang baik menjadi salah satu pilar penting untuk Anti-aging, “sarannya.

Jika seseorang mampu menyeimbangkan hidup, salah satunya dengan melakukan manajemen stres, dampaknya akan berpengaruh pada pertumbuhan hormonal, serta produksi kolagen. Tentu saja benefitnya akan menghambat penuaan.

Untuk mendapatkan kulit yang sehat butuh proses. Namun ada saja sebagian wanita yang melakukan jalur by-pass dengan melakukan operasi estetik. Tujuannya ingin tampil lebih muda dari usia biologisnya.

Menurut Dokter Acha hal ini kembali ke preferensi mereka karena merupakan ranah individu. “Sebagai dokter, saya tak bisa menyalahkan bila ada pasien yang menginginkan lebih muda 10 tahun, bahkan 30 tahun dari usia biologisnya. Upaya ini yang kemudian kami luruskan dengan mengubah mindset, bahwa tren kecantikan kulit wajah ke depan bukanlah Anti-aging, melainkan memperlambat aging, “cetusnya.

“Biarkan saja kulit terlihat selaras usia, tapi harus terawat dengan kondisi yang lembap, pluffy, dan tak kering. Yang abai merawat kulit, usia kulit mereka jauh lebih tua dari usia biologisnya. Ingat ya Natural beauty adalah natural aging yang dirawat. Seperti garis-garis kerutan walau ada tapi tak terlihat seperti usianya, “jelasnya.

Layanan Derma Injector dengan DNA Salmon (Foto: Wanitaindonesia.co)

Keunggulan Kompetitif

“Bicara layanan treatment di Dermies Max, kami unggul dari aspek perawatan dari head- to- toe. Utama, dan jadi pembeda dari klinik lainnya di daerah Kemang yakni keunggulan kompetitif, seperti dukungan penuh ekosistem Erha Dermatology, “ungkap Dokter Acha.

Baca Juga :  SKIN+ & SLIM+ Ekspansi ke Palembang Rawat Kecantikan dan Kesehatan Paripurna Wong Kito Galo

Seluruh dokter, tenaga ahli, dan staff di Dermies Max telah menjalani pelatihan medis, dan training berbasis kompetensi dari Erha Institute.

Adapun produk, serta treatment dikembangkan melalui riset oleh Erha Innovation guna memastikan setiap perawatan evidence – based dermatology, tak hanya sekedar tren.

Kami memiliki fasilitas Facial Lab, dan Hair Lab yang merupakan konsep ruang perawatan terspesialisasi. Layanan seperti ini belum ada lho di klinik kecantikan di daerah Kemang.

Dermies Max merupakan klinik estetika yang juga memperluas cakupannya sebagai destinasi gaya hidup kecantikan modern, yang relevan dengan kebutuhan anak muda.

Kami membersamai masyarakat lewat treatment eksklusif unggulan seperti Dermal Injector, DNA Salmon Facial, serta Onsen Hair & Scalp Therapy.

Dan yang “mencuri” animo konsumen, Dermies Max menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan standar dermatologi. Harga perawatan di sini dimulai dari Rp. 125.000 untuk Blue Photopurifying/Infrared Photopurifying.

Dokter Acha menyampaikan, “Bicara hasil yang kerap ditanyakan pasien, para dokter di Erha tak pernah menjanjikan hasil, melainkan kita berkomitmen penuh dengan memberikan pelayanan terbaik, profesional sesuai dengan keahlian masing-masing.”

“Tak ada proses yang mengkhianati hasil. Jadi bila pasien melakukan treatment rutin, menggunakan krim, skincare secara rutin, menjaga lifestyle, sudah pasti akan terlihat perubahan yang signifikan. Kulit akan terlihat jauh lebih baik, “tambahnya.

“Para dokter di Erha juga memiliki komitmen, bertanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat, juga turut membantu, dikarenakan upaya untuk memperbaiki kulit membutuhkan proses, tak bisa instan, “cetusnya.

Kita akan bantu, tuntun, dan menemani prosesnya, hingga akhirnya mendapatkan hasil yang sangat memuaskan, sesuai dengan keinginan, “pungkas Dokter Acha. (*)