Torehan Emas IFI Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia & Prancis, Apreasiasi Media di Indonesia

Wakil Konselor Kerja Sama & Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis, juga Wakil Direktur IFI beramah-tamah dengan Media partner di Cafe d'Aurelie, di IFI Thamrin, cafe yang terkenal akan kelezatan menu Prancis ini menjadi pengikat hubungan kerja sama yang harmonis antara IFI dengan Media di Indonesia. (Foto: Istimewa)

WANITAINDONESIA.CO – Hubungan bilateral dua negara harus berdasarkan pada prinsip-prinsip dasar yang membumi, berdasarkan praktik diplomasi, dan hukum internasional.

Salah satunya semangat saling membantu, dan kemitraan dengan bersama-sama menghadirkan sinergitas apik dalam beragam aspek kehidupan khususnya lewat pendidikan, dan budaya.

Bagi dua negara besar Indonesia, dan Prancis sinergitas adalah keniscayaan, yang mana setelah 75 tahun hubungan bilateral itu terjalin, telah terbuhul beragam inisiatif kerja sama kedua negara.

Untuk menjembatani hubungan diplomatik di bidang pendidikan, dan budaya, Pemerintah Prancis bangga dengan peran serta kiprah IFI.

Lewat keberadaan Institut Prancis Indonesia (IFI), Pemerintah Prancis melalui kedutaan besar Prancis di Indonesia, telah melakukan beragam inisiasi guna mempromosikan bahasa, pendidikan, dan budaya Prancis kepada masyarakat Indonesia.

Beragam agenda acara menarik yang telah disusun selama setahun, bertujuan untuk menumbuhkan minat masyarakat luas mempelajari bahasa Prancis. Menyaksikan beragam atraksi budaya yang luar biasa secara langsung, dari para seniman dunia, serta berkesempatan untuk belajar ilmu dari para coach mumpuni.

Tentunya lewat kerja sama yang harmonis, muaranya akan mengacu kepada kepentingan masyarakat. Peluang emas ini sudah sepatutnya disikapi dengan bijak oleh masyarakat, khususnya pembaca Wanitaindonesia.co.

Masyarakat di circle IFI maupun umum dapat ikut melibatkan diri, seperti mengikuti beragam program spesial tersebut agar dapat melihat, kemudian tahu lalu belajar ihwal beragam ilmu yang dipersembahkan oleh negara tercantik di dunia. Dan tentu saja setelahnya, dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kehidupan nyata. Tentunya bersama IFI.

Untuk menyampaikan peran, serta kiprah IFI ke masyarakat, mereka perlu menggandeng media sebagai partner terdepan. Media menjadi perpanjangan kebijakan , dan informasi yang akurat, dan kompeten. Tujuannya untuk meng-encourage masyarakat menjadi berdaya khususnya lewat mindset, serta keterampilan.

Kerja sama budaya Indonesia-Prancis nyata telah memberi dampak positif seperti pada industri mode, dan kuliner kedua negara.

Chef Andree Rossier bersama jurnalis mitra IFI di pembukaan Pekan Gastronomi Prancis 2025 di IFI Thamrin. (Foto: Wanitaindonesia.co)

Sinar Terang Kolaborasi Fashion & Kuliner

Wanitaindonesia.co menjadi saksi kerja sama yang telah terjalin secara rutin, progresnya sangat menggembirakan seperti di bidang fashion. Kerja sama di industri mode ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Macron yang menginginkan agar dapat terus ditingkatkan, dan diperluas manfaatnya.

Pada diskusi mode hasil kerja sama antara Kedutaan Besar Prancis melalui IFI bersama JF3, dan Lakon Indonesia hadir upaya para kolaborator guna memperkuat kemitraan di industri mode, dan kerajinan. Kedua belah pihak bersepakat untuk meningkatkan karya desainer, agar mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga :  Chef Andree Rossier Sinar Gastronomi Prancis Dukung Industri Gastronomi Indonesia Mendunia

Agenda acara dikemas menarik, Prancis mendatangkan pakar mode beserta para pelaku industri, sedangkan Indonesia memberikan kesempatan emas kepada desainer lokal untuk memperkaya mindset lewat jalur diskusi panel, dan workshop.

Juga membuka ruang magang bagi talenta muda Prancis untuk mengenal, serta belajar membuat wastra batik, dan tenun. Selain dapat menjajaki peluang bisnis dari keunggulan industri tekstil Indonesia, bagi para pelaku industri fashion Prancis.

Tak kalah menarik, Kalender acara tahunan lainnya adalah Pekan Gastronomi Prancis.
Di tahun 2025 lalu gegap gempita dengan kehadiran Duta Kuliner Prancis, Chef Andree Rossier.

Chef Andree merupakan Parisian yang lekat dengan sifat hangat, bersahabat, serta ingin banyak mengeksplor keberagaman bumbu Indonesia khususnya cabai.

Baginya cabai merupakan salah satu bumbu eksotis di beberapa belahan dunia, khususnya di Indonesia yang menjadi varian rempah populer. Lekat dengan keberagaman jenis, warna, bentuk, rasa, dan olahan.

Lewat kepiawaiannya memilah serta memilih bahan berkualitas, yang kemudian diracik di depan tamu-tamu yang hadir, Chef Andree menghadirkan Kuliner Prancis yang lekat dengan penggunaan bahan natural berkualitas tinggi, diplating cantik dengan rasa yang sangat lezat.

Selama kunjungannya ke sebagai Duta Kuliner Prancis, peraih anugerah Meilleur Ouvrier de France ini berkolaborasi dengan beberapa Chef Indonesia, dengan menghadirkan set menu untuk dinner, di sejumlah hotel ternama, yang terinspirasi dari kuliner Prancis, dan Indonesia.

Hasilnya “pecah”, masyarakat yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk menikmati olahan Chef yang memiliki suami yang berprofesi sama. Semua mengaku puas, serta merasa tersanjung dijamu oleh Chef Andree Rossier.

Momen peringatan Hari Kartini, IFI merayakannya lewat Diskusi publik “Kesehatan Reproduksi & Inklusi Ekonomi Kebijakan Nasional & Inisiatif Lokal LSM”, dan Lokakarya Menulis “Kartini Masa Kini”. (Foto: Istimewa)

Kalender Event 2026
Inspiratif Seru!

Wanitaindonesia.co melihat kedua momen tersebut menjadi even yang tak ternilai, dikarenakan hadir talenta-talenta mumpuni yang didatangkan langsung dari Prancis.

Dalam acara ramah-tamah bersama Media partner, IFI meluncurkan Kalender Event 2026 yang dibuat semakin menarik. Program yang digagas IFI maupun lewat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, menjadi acara spesial yang tak boleh dilewatkan masyarakat.

Baca Juga :  Anis Matta di Indonesia Syiar Network "Selangkah Lagi Palestina Merdeka!, Kala Rasul Diuji Pengalaman Pahit"

Momen April, IFI menyelenggarakan Kartini Day dengan menghelat dua acara istimewa yakni Diskusi Publik di IFI Thamrin yang menyoal masalah “Kesehatan Reproduksi & Inklusi Ekonomi Kebijakan Nasional & Inisiatif Lokal LSM” bersama pakar, pemerhati, dan aktivis berdedikasi.

Sorenya masih dengan semangat emansipasi Wanita Indonesia, IFI menghadirkan Lokakarya Menulis “Kartini Masa Kini” di Gramedia Jalma. Kian berbobot ketika seorang Dosen sekaligus Peneliti perempuan dari Universitas Padjadjaran, Witakania Som memberikan materi yang sangat mudah untuk dipahami, serta dipraktikkan. Serta beragam acara menarik lainnya yang sebutlah French Gastronomy Week, Animation Film Festival, Festival Sinema Prancis.

Sebagai lembaga resmi kebudayaan Prancis di Indonesia, IFI berperan strategis dalam mempromosikan bahasa, pendidikan, dan budaya Prancis. IFI pusat berlokasi di Jakarta, dan memiliki perwakilan di Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Bersama IFI masyarakat Indonesia bisa mengikuti kursus bahasa Prancis, sertifikasi ujian internasional. IFI juga sebagai pusat media, dan yang tak kalah penting sebagai penyelenggara kegiatan pertukaran seni, dan budaya.

Terkendala hadir dalam jamuan makan siang yang diselenggarakan Direktur IFI, Jules Irrmann bersama jurnalis mitra IFI, Wanitaindonesia.co merasa perlu untuk menanyakan asa yang dibangun oleh IFI dengan para jurnalis khususnya kepada Wanitaindonesia.co

Pertanyaan dijawab lugas oleh Wakil Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Prancis, sekaligus Wakil Direktur IFI, Vincent Degoul.

“Nuits De La Lecture” (reading night) event IFI 2026 yang telah terselenggara sukses, sepanjang 2026 masih banyak lagi program maupun events menarik yang bisa Anda ikuti. (Foto: Istimewa)

Wanitaindonesia.co:

Apa harapan IFI sehubungan dengan terjalinnya hubungan kerja sama yang harmonis dengan Media?

Vincent Degoul:

“Sepanjang tahun 2025 lalu beragam pencapaian telah diraih IFI, salah satu yang monumental adalah kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia, dan dilanjutkan dengan kunjungan balasan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto ke Prancis, “ungkapnya.

“Ini menjadi penanda hubungan harmonis antar kedua negara. Kunjungan kenegaraan tersebut telah berkontribusi dalam memperluas hubungan strategis kedua negara yang telah mencakup semua bidang.”

“Teristimewa lewat pertukaran sdm unggul, kerja sama ilmu pengetahuan, dan teknologi yang menjadi prioritas utama, “jelasnya.

“Untuk menyampaikan sinergitas apik kedua negara, IFI memandang media sebagai mitra dalam menyampaikan nilai-nilai budaya, pendidikan, dan kerja sama antara Indonesia dengan Prancis kepada masyarakat, “cetus Vincent.

Baca Juga :  PINTU Telah Dibuka, Maknai 75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Prancis, PINTU Incubator - Ecole Duppere Hadirkan Parade Show "Echoes of the Future"

“Ini yang menjadi fondasi penting, serta asa dalam membangun hubungan yang terbuka, profesional, dan saling menghormati.”

“Media dapat menjalankan fungsi jurnalistiknya secara independen. Sementara IFI dapat menjadi oase informasi yang transparan, responsif, serta dapat diandalkan, “tambahnya.

“Lewat pemberitaan yang disajikan menarik serta komprehensif, kami memandang peran media sebagai mitra, bukan sebagai penyedia layanan. Karenanya kami mengapresiasi liputan luas khususnya pada momen peringatan 75 Tahun hubungan diplomatik Indonesia, dan Prancis, “papar Vincent.

“Patut diingat sepanjang tahun 2025 IFI mendapatkan eksposur lebih dari 900 liputan, dari 30 acara yang diselenggarakan.”

“Kami mengapreasiasi akan minat media di Indonesia yang begitu besar, terjadi peningkatan jumlah liputan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Tentu saja hal ini terkait dengan kualitas, juga bobot program, dan acara yang IFI selenggarakan, yang berdampak signifikan bagi masyarakat kedua negara, “ungkapnya.

“Progres yang menggembirakan tersebut tentu akan membantu memperluas kesadaran publik, serta meningkatkan pemahaman tentang kerja sama budaya, dan pendidikan Indonesia dengan Prancis.”

“Tentunya keseluruhan program, dan acara yang banyak diapresiasi itu akan selalu ada upaya perbaikan, khususnya dalam memperkaya konteks, dan pemahaman publik. Karenanya IFI berkomitmen penuh untuk terus memperkuat komunikasi, dan kemitraan yang baik dengan media, “paparnya.

Wanitaindonesia.co:

Bagaimana IFI melihat peran media sebagai kontrol sosial yang selaras dengan amanah Undang-undang Pers? Apakah IFI terbuka dengan kritik, serta masukkan? Apakah kontrol tersebut sebaiknya disampaikan langsung atau ditulis dalam pemberitaan?

Vincent Degoul:

“Sebagai pusat budaya, dan badan kerja sama resmi di bawah naungan Kedutaan Besar di Prancis di Indonesia, IFI mengikuti diplomasi Prancis yang mengapreasi kebebasan pers secara global, “ujarnya.

“Kami memandang media sebagai mitra penyampai pesan dalam kerja sama bilateral Indonesia, dan Prancis. Berharap media dapat menjalankan fungsi jurnalistiknya secara independen, sementara IFI dapat menjadi sumber informasi yang transparan, responsif, dan dapat diandalkan, “jelasnya.

“Kebebasan pers internasional dalam menyampaikan kritik dijamin sebagai bagian dari hak asasi manusia, untuk berekspresi, dan mencari informasi tanpa batas negara.
Namun penting bagi pers agar dapat memahami, serta mematuhi batasan yang diterima secara internasional, “pungkas Vincent Degoul. (*)