Site icon Wanita Indonesia

Tiga Agenda Strategis Sektor Jasa Keuangan Menanti Solusi Riset Berkualitas Tinggi

Riset berkualitas menjadi kunci keberhasilan sektor UMKM. Gdi

WANITAINDONESIA.CO — Kepercayaan publik menjadi faktor penentu yang menentukan arah masa depan perekonomian nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks. Dalam upaya menjaga ketahanan dan kemajuan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan urgensi riset mendalam guna mengawal tiga pilar krusial, yakni pengembangan keuangan syariah, perluasan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penerapan keuangan berkelanjutan.

Seluruh agenda besar ini menuntut adanya sinergi erat dan berkelanjutan antara lembaga pengatur, para pelaku industri, serta kalangan akademisi di perguruan tinggi.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa fondasi yang menopang ketiga agenda strategis tersebut bertumpu sepenuhnya pada tingkat kepercayaan publik.

Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada hari Selasa, Friderica mengharapkan para akademisi mampu menghasilkan penelitian yang benar-benar relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi sektor jasa keuangan saat ini. Di sisi lain, kalangan industri diharapkan dapat berpartisipasi aktif melalui penyediaan data yang akurat serta pemanfaatan optimal dari hasil riset tersebut.

Komitmen tersebut diwujudkan nyata melalui penyelenggaraan Forum Riset Internasional (International Research Forum) 2026 yang dihelat di Jakarta pada 26–27 Oktober 2026. Ajang bergengsi yang mempertemukan akademisi, pengatur, pemerintah, serta pelaku industri jasa keuangan ini dirancang khusus untuk mempererat keterkaitan antara hasil penelitian ilmiah, kebutuhan riil industri, dan perumusan kebijakan strategis. Pertemuan akbar ini sukses menarik minat tinggi dengan dihadiri oleh 425 peserta secara langsung (luring) dan 4.558 peserta melalui jaringan internet (daring). Friderica turut menggarisbawahi pentingnya memastikan bahwa setiap temuan penelitian mampu memberikan kontribusi konkret terhadap perumusan kebijakan serta kemajuan sektor jasa keuangan secara menyeluruh.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan forum riset internasional tahun ini. Agusman mengingatkan bahwa esensi tertinggi dari sebuah karya ilmiah melampaui batas pengakuan akademis semata.

“Nilai sejati sebuah penelitian tidak hanya terletak pada penghargaan yang diperoleh, tetapi juga pada gagasan yang dihasilkan dan dampak nyata yang diberikan bagi Indonesia,” ungkap Agusman.

Lebih lanjut, Agusman juga menyoroti pentingnya peran kaum intelektual kampus dalam memperkokoh regulasi serta pengawasan sektor jasa keuangan, khususnya dalam mengantisipasi laju inovasi keuangan digital yang bergerak sangat cepat. Penelitian berbasis bukti (riset berbasis bukti) sangat dibutuhkan guna mengenali berbagai potensi risiko secara dini, sehingga setiap terobosan inovasi keuangan dapat berjalan selaras dengan upaya penguatan pelindungan konsumen serta stabilitas sistem keuangan nasional.

Sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem riset nasional, OJK meluncurkan Jurnal Internasional Sistem Keuangan Islam (International Journal of Islamic Financial System / IJIFS). Kehadiran terbitan ilmiah internasional ini melengkapi Jurnal Internasional Sistem Keuangan (International Journal of Financial Systems / IJFS) yang sebelumnya telah mengantongi akreditasi Sinta 2, sekaligus memperluas ruang publikasi serta penyebaran (diseminasi) riset di bidang ekonomi syariah.

Rangkaian acara ini juga dimeriahkan dengan pengumuman pemenang Penghargaan Karya Tulis Ilmiah OJK (KARISMA) 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi para peneliti muda yang melahirkan ide-ide inovatif. Mengusung tema pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam ekosistem digital guna mempercepat skala ekonomi, kompetisi tahun ini sukses menjaring 423 karya tulis ilmiah—mencatatkan lonjakan sebesar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya sekaligus menjadi pencapaian tertinggi sejak ajang tersebut dimulai pada tahun 2021. Seluruh karya terbaik para pemenang nantinya akan didorong untuk dipublikasikan melalui jurnal ilmiah resmi OJK setelah melalui tahap penelaahan tim penyunting (tim editorial).

Kolaborasi lintas sektor yang kokoh melalui forum riset dan kompetisi ilmiah ini membuktikan bahwa masa depan perekonomian Indonesia tidak dibangun dalam kesendirian, melainkan dirajut bersama melalui pemikiran kritis dan karya nyata. Mari nantikan bagaimana setiap gagasan cemerlang dari ruang-ruang akademik bertransformasi menjadi kebijakan nyata yang membawa kemakmuran merata bagi seluruh negeri. (Gdi)

Exit mobile version