The Changcuters Pilih Berkarya Tanpa Beban Lagu Hit Lewat Album Terbaru “Wow Ma”

Bagi The Changcuters, mampu terus menghasilkan album baru setelah 22 tahun berkarya merupakan pencapaian yang patut disyukuri.

WANITAINDONESIA.CO – The Changcuters kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan meluncurkan album studio ketujuh bertajuk Wow Ma pada 17 Juni 2026.

Setelah lebih dari 20 tahun berkarier, grup yang beranggotakan Tria, Qibil, Alda, Dipa, dan Erick itu kini memilih untuk lebih mengutamakan kejujuran dalam berkarya dibanding mengejar popularitas melalui lagu-lagu hit.

Dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026), bassist Dipa menjelaskan bahwa sejak awal terbentuk, The Changcuters selalu menciptakan musik berdasarkan pengalaman dan selera mereka sendiri, bukan mengikuti tren yang sedang berkembang.

Menurut Dipa, konsep tersebut juga diterapkan dalam album Wow Ma. Lagu-lagu di album terbaru mereka disusun dengan aransemen yang lebih sederhana agar lebih mudah dimainkan saat tampil secara langsung di atas panggung.

Baca Juga :  Duet Istimewa Christian Bautista dan Raisa, Hadirkan Kolaborasi Spesial di Lagu "Rainbow"

Ia mengatakan, keputusan tersebut menjadi bentuk kembalinya The Changcuters pada karakter bermusik yang telah mereka bangun sejak awal. Sebagai band independen, mereka kini juga memiliki keleluasaan dalam mengatur seluruh proses produksi, mulai dari rekaman hingga tahap mastering.

Dipa menambahkan, kebebasan berkarya sebenarnya sudah mereka rasakan sejak masih berada di bawah label rekaman. Karena itu, perubahan yang terjadi saat ini lebih menitikberatkan pada pendekatan musikal yang ingin mereka tampilkan.

Baca Juga :  Mengenang Lagu-Lagu Terbaik Titiek Puspa, Ada yang Masuk Lagu Terbaik Pilihan Rolling Stone Indonesia

Sementara itu, Qibil mengungkapkan bahwa The Changcuters sudah lama tidak menjadikan lagu hit sebagai target utama. Ia menyebut sejak album ketiga, band tersebut memilih fokus menghasilkan karya yang lahir dari ketulusan dan sesuai dengan perjalanan hidup para personelnya.

Menurutnya, membuat musik dengan tujuan semata-mata mengejar popularitas bukan lagi prioritas bagi The Changcuters. Bagi mereka, menciptakan lagu yang dapat dinikmati dan mewakili identitas band jauh lebih penting.

Qibil mengakui, lagu “Main Serong” menjadi salah satu karya terakhir mereka yang meraih popularitas besar. Namun, ia menegaskan keberhasilan sebuah lagu kini tidak lagi diukur dari status hit di pasaran.

Baca Juga :  D'Masiv Rilis Lagu Bahagia Sejak Pertama, Ajak Pendengar Bersyukur Jalani Setiap Proses Kehidupan

Meski demikian, The Changcuters tetap berkomitmen mempromosikan setiap karya yang dirilis. Mereka terus menyesuaikan strategi promosi dengan perkembangan industri musik yang semakin dinamis agar album Wow Ma dapat menjangkau lebih banyak pendengar.

Bagi The Changcuters, mampu terus menghasilkan album baru setelah 22 tahun berkarya merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Jika nantinya ada lagu dari album Wow Ma yang mendapat sambutan luas dari masyarakat, mereka menganggapnya sebagai bonus dari proses berkarya yang dijalani dengan tulus.(den)