
WANITAINDONESIA.CO — Tak hanya sebatas ritual pertunjukan di momen Imlek maupun memperingati HUT Kelenteng.
Kekinian Mal Ciputra Jakarta sukses menghadirkan kompetisi Barongsai Internasional, berkolaborasi dengan Barongsai Kong Ha Hong, dan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia di Mal Ciputra Jakarta (16-20 September).
Gemuruh bunyi tambur, simbal, dan gong riuh bersahut-sahutan membentuk irama enerjik memenuhi seluruh ruang serta lantai di Mal Ciputra Jakarta.
Tetabuhan yang akrab di telinga hanya pada perayaan Imlek, tentunya mengundang tanya sebagian besar pengunjung Mal terbaik di Jakarta Barat itu. Imlek kan masih tahun depan, juga tak terlihat ada seremonial lainnya.
Usut punya usut ternyata Mal Ciputra sedang menyelenggarakan turnamen Barongsai Internasional pertama di Center Court, Lower Ground.
Gawe akbar yang dibangun berdasarkan kebersamaan antar sesama tim peserta menghadirkan 6 tim barongsai Indonesia, dan 4 tim peserta luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Tiongkok, dan Australia. Sebelumnya Mal Ciputra Jakarta sukses menyelenggarakan turnamen serupa pada skala nasional.
Berkaca pada sejarah, upaya untuk memuliakan budaya Tionghoa, dipelopori oleh mantan Presiden Indonesia, Gus Dur dengan melakukan pencabutan Inpres Nomor 14 Tahun 1967 pada masa era mantan Presiden Soeharto. Masyarakat Tionghoa diberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan mereka, salah satunya lewat permainan Barongsai.
Zamanpun berganti ketika Barongsai dimasukkan menjadi bagian dari cabang olahraga prestasi nasional di 2013. Capaian ikonik ketika nama Indonesia mendapat tempat terhormat sebagai pemain Barongsai terbaik di kancah global. Suport Pemerintah juga mendapat dukungan sepenuh hati oleh pihak swasta lewat peran terdepan Mal Ciputra Jakarta.
Tak hanya sukses menyelenggarakan turnamen tingkat nasional, di tahun 2026, mereka menghelat Barongsai International Competition 2026 di Lower Ground, Mal Ciputra Jakarta.

Tak Lagi Atraksi Semusim, Upayanya?
Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta menyampaikan, “Sukses dengan kompetisi Barongsai sebelumnya skala Jabodetabek, tahun ini kami bersyukur dapat menghadirkan kembali turnamen Barongsai bertaraf internasional. Momen istimewa ini menjadi salah satu kepedulian kami terhadap budaya Indonesia yang juga telah dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga.”
“Lewat turnamen Barongsai, Mal Ciputra Jakarta bangga bisa menjembatani para atlet Barongsai terbaik dunia di satu panggung. Masing-masing negara memiliki karakter, ciri khas serta keunikan dari seni permainan Barongsai.”
“Goals yang kami harapkan, seluruh pemain dapat bersilaturahmi sembari bertukar pengalaman, menunjukkan sportifitas, budaya yang dibingkai dalam semangat persahabatan, “ujar Ferry.
“Tentunya penyelenggaraan Barongsai International Competition 2026 tak lepas dari peran strategis Barongsai Kong Ha Hong, dan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI).”
Barongsai Kang Ha Hong pada kompetisi internasional ini dipercaya sebagai divisi organizer mengingat rekam jejaknya pada sejumlah kompetisi di skala nasional maupun internasional.
Walau menjadi salah satu peserta, tak satupun perwakilan Barongsai Kong Ha Hong yang berkenan menjadi juri. Alasannya simpel untuk menjaga netralitas. Para juri yang ditunjuk merupakan para profesional bertaraf internasional.
“Kami sangat menjunjung tinggi integritas pertandingan dikarenakan hal ini mutlak, dan menjadi marwah sebuah ekosistem yang solid. Bagi kami seluruh peserta merasa mendapatkan perlakuan serta penilaian yang jujur. Hasil akhirnya ditentukan oleh kemampuan mereka di arena, “tegas Ronald Syarif, Pimpinan Barongsai Kong Ha Hong.
Walau permainan Barongsai berasal dari Tiongkok, namun Anda tak boleh sangsi akan kemampuan pemain Barongsai Indonesia. Mereka dikenal dunia memiliki kemampuan mumpuni. Tim Barongsai Kong Ha Hong sanggup mengalahkan tim Barongsai Tiongkok di sejumlah kejuaraan internasional.
Tercatat lima kali gelar juara dunia telah diraih. Kong Ha Hong menghadirkan kombinasi latihan keras, teknik nan tinggi seperti kemampuan akrobatik di atas tonggak yang cukup sulit secara enerjik, dan presisi.
Juga menerapkan alih regenerasi yang konsisten. Kian unik ketika para pemainnya datang dari beragam latar belakang agama serta etnis berbeda.
Pola permainan Barongsai nyata terlihat dari ketangkasan, keseimbangan, teknik, kekompakan, kreativitas, dan sportifitas. Kesemuanya menjadi faktor utama penilaian para juri yang berasal dari kalangan profesional bertaraf internasional.
Bagi seluruh peserta kehadiran pemain terbaik dari berbagai negara merupakan kesempatan emas untuk saling mengenal, melihat teknik permainan serta perkembangan permainan dari setiap negara.

Tiongkok & Malaysia Mendapat Kehormatan
Lewat Barongsai International Competition 2026 yang diselenggarakan di tanggal 19-20 September, telah terpilih juara pertama dari Tiongkok “Pasukan Singa Guang Xi Xing, Tiongkok. Juara kedua diraih Malaysia lewat “Persatuan Olahraga Tari Naga dan Barongsai Kepong Hong Teck”, dan juara ketiga oleh Indonesia dengan penampilan “Barongsai Kwan Tek Bio”.
Saat acara ramah-tamah diselenggarakan oleh manajemen Mal Ciputra Jakarta yang para pemangku kepentingan, semua yang hadir bersepakat bahwa Barongsai tak lagi lekat sebagai ritual kepercayaan melainkan telah bermetamorfosis sebagai atraksi seni, budaya serta bagian dari cabang olahraga.
Tak layak hanya mempertontonkan atraksi Barongsai hanya di sejumlah momen tertentu yang terkait dengan ritual melainkan seni pertunjukan ini dapat terus eksis di berbagai momen maupun perhelatan.
Kesepakatan atau niatan saja tentu tak cukup, tak fair. Seperti memberikan asa kepada para seniman Barongsai tersebut yang saat ini sepi panggilan untuk tampil.
Langkah mulianya akankah lini usaha peninggalan Ir. Ciputra yang dilanjutkan oleh generasi berikut mampu menjaga legacy, marwah seni, dan olahraga Barongsai di lingkup mereka?
Keberanian mungkin mereka punya, tapi upaya kreatif yang dilakukan dengan sejumlah inisiasi, seperti membuat seni pertunjukan Barongsai menjadi semakin modern menyelaraskan zaman, mengajak anak-anak, generasi muda hingga senior untuk ikut terlibat dengan belajar memainkan yang bisa dijadikan dasar agar Barongsai tak kalah pamor.
Mengajak masyarakat khususnya Member CL Club tentunya tak serta-merta membuat mereka harus mumpuni seperti pemain profesional. Minimal dengan bergerak, berputar-putar, melompat, menari dapat menjadikan raga sehat, jiwanya pun bahagia.
Pun halnya keseruan pembukaan gerai yang baru bergabung di lini usaha Ciputra Groups, perayaan ulang tahun, launching produk dapat dimeriahkan dengan tampilan Barongsai, menyelaraskan dengan konsep dari sebuah lini usaha tersebut.
Ini bukan hanya sebuah asa, keberanian, maupun pembiayaan melainkan niat luhur yang terus tumbuh-berkembang guna meneruskan legacy berharga dari founder Ciputra Groups, yang hidupnya sebagian dilakukan dengan menguri-uri budaya. (*)




