
WANITAINDONESIA.CO – Sebanyak 250 penerima manfaat menerima parsel dalam peluncuran Incess for Humanity, kolaborasi kemanusiaan antara Dompet Dhuafa dan penyanyi Syahrini di Zona Madina, Parung, Bogor, Sabtu (24/10). Para penerima terdiri atas anak yatim dan lansia dari keluarga dhuafa.
Penyaluran parsel tersebut berlangsung sebagai bagian dari kegiatan peluncuran yang juga memperkenalkan 11 program kemanusiaan. Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa dan Syahrini menghadirkan sejumlah kegiatan yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi, dakwah, serta respons kebencanaan.

Sebelas program tersebut meliputi Lansia Berdaya Guna, Anak Indonesia Sehat, Peduli Karhutla, Beasiswa Peduli Generasi Muda, Sedekah Al-Qur’an, Santunan Anak Yatim, Indonesia Siap Siaga, Mustahik to Muzaki, Peduli Guru Ngaji, Cinta Palestina, dan Berbagi Zakat Fitrah. Sasaran program mencakup kelompok masyarakat dengan kebutuhan yang beragam, mulai dari anak-anak dan generasi muda hingga lansia serta masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa program-program lembaganya berjalan melalui lima pilar, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, serta dakwah dan budaya. Kolaborasi dengan Syahrini pun disebut sebagai bagian dari upaya perwujudan pilar-pilar tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Syahrini dalam kolaborasi itu.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Syahrini atas dukungan yang telah diberikan terhadap program-program Dompet Dhuafa dan atas kesediaannya untuk berkolaborasi bersama kami. Ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Dompet Dhuafa,” ujar Ahmad Juwaini.
Salah satu kegiatan dalam peluncuran Incess for Humanity juga menghubungkan Syahrini dengan relawan Dompet Dhuafa yang bertugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melalui komunikasi daring, ia menyapa tim Disaster Management Center (DMC) dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang mendampingi warga terdampak di Sumatera Selatan serta Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam komunikasi tersebut, Syahrini menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang berada di lapangan. Tim DMC dan LKC menjalankan respons kebencanaan serta layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak karhutla.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan kunjungan Syahrini ke SMART Ekselensia Indonesia, sekolah berasrama bebas biaya yang menjadi bagian dari program pendidikan Dompet Dhuafa di Zona Madina. Di sana, ia berinteraksi dengan para siswa dan berbagi motivasi mengenai keyakinan diri serta cita-cita. Syahrini juga berkeliling melihat lingkungan asrama dan mengenal kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, anak-anak penyandang disabilitas binaan Dompet Dhuafa menampilkan tari Saman. Penampilan ini menjadi salah satu bagian dari acara peluncuran yang memperlihatkan kemampuan mereka dalam seni pertunjukan.
Syahrini mengatakan kegiatan berbagi telah menjadi bagian dari kehidupannya sejak kecil. Ia mengenang kebiasaan yang tumbuh melalui ajakan almarhum ayahnya untuk berbagi kepada anak-anak yatim.
“Dari kecil, almarhum ayahku selalu mengajak aku untuk berbagi kepada 500 anak yatim, hingga menjadi kebiasaan dan singkat cerita sampai 5.000 anak yatim. Itu menjadi gerakan Syahrini Berbagi dan hari ini dipertegas kembali bersama Dompet Dhuafa dengan gerakan Incess for Humanity,” ungkap Syahrini.
Ahmad Juwaini berharap kolaborasi tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Melalui kolaborasi ini dan peluncuran Incess for Humanity, kami berharap jangkauan kebaikan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan dapat semakin luas dan memberikan dampak yang lebih besar,” jelasnya.
Adapun masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam program Incess for Humanitydapat menyalurkan donasi melalui laman digital Dompet Dhuafa. (wib)




