WANITAINDONESIA.CO – Kabar konflik antara Amerika Serikat dan Iran belakangan ini memang cukup menyita perhatian dunia, bahkan memicu kekhawatiran akan krisis energi global. Namun, bagi Anda yang khawatir harga bensin atau gas elpiji bakal langka, ada kabar baik dari pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa meskipun dunia sedang memanas, ketahanan energi Indonesia masih dalam kategori aman terkendali.
“Kita bersyukur, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil saat melakukan sidak di Jawa Tengah, Kamis.
Banyak yang salah kaprah mengira cadangan minyak nasional yang berada di angka 21–28 hari artinya minyak kita akan habis dalam sebulan. Faktanya tidak demikian!
Berikut adalah alasan mengapa kita tidak perlu melakukan panic buying:
- Siklus Isi Ulang: Cadangan 28 hari tersebut adalah stok minimal nasional. Artinya, stok akan terus diisi kembali (refill) secara berkala seiring dengan distribusi ke masyarakat.
- Kilang Dalam Negeri Optimal: Pemerintah terus memaksimalkan fasilitas pengolahan minyak (kilang) milik kita sendiri agar produksi tetap stabil.
- Cari Sumber Baru: Sebelumnya, 20% pasokan minyak mentah kita berasal dari Selat Hormuz (jalur yang kini dikuasai Iran). Kini, pemerintah sudah bergerak cepat mencari alternatif impor dari negara lain agar pasokan tetap lancar.
Mengapa Dunia Sedang Heboh?
Sebagai informasi, ketegangan di Teluk Persia memuncak setelah adanya serangan militer yang melibatkan Israel, AS, dan Iran. Hal ini sempat memicu kekhawatiran karena Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia ke Asia, kini dalam pengawasan ketat militer.
Namun, dengan langkah antisipatif pengalihan sumber impor yang dilakukan pemerintah, kebutuhan energi untuk mobilitas harian dan keperluan dapur masyarakat Indonesia dipastikan tetap terpenuhi.
Jadi, bagi pembaca Wanita Indonesia yang cerdas, tidak perlu terpengaruh hoaks tentang kelangkaan energi, ya! Tetap beraktivitas seperti biasa karena pasokan energi kita masih terjaga. (Gdi)





