Spirit Doll Batas Tipis Antara Mainan dengan Kemusyrikan - Wanita Indonesia <
TEKNOLOGIWARTA

Spirit Doll Batas Tipis Antara Mainan dengan Kemusyrikan

wanitaindonesia.co – Jelang akhir tahun, Ivan Gunawan presenter dan desainer menyulut kontroversi dengan ulahnya menjadikan Spirit Doll sebagai anak asuh.

Ia kerap menggugah video kebersamaan bersama kedua ‘anaknya’ tersebut di media sosial.
Dikenakan baju dan asesoris branded, diajak berinteraksi, hingga jalan-jalan menonton film Spiderman.

Ia mengaku memesan khusus ke seniman pembuat boneka ternama di Rusia. Butuh waktu pembuatan yang cukup lama, hadir detil rumit tapi lucu, dengan akurasi wajah mirip dengan Igun. Selain Igun, beberapa sosok pekerja didunia hiburan, juga masyarakat Indonesia yang mengadopsi Spirit Doll.

Masyarakat pun heboh, terpecah menjadi dua kelompok, yang menentang dan yang mendukung.

Tradisi memperlakukan boneka layaknya anak manusia populer di Thailand tujuh tahun lalu.
Selain dikenal pula dibanyak negara yang masyarakatnya masih percaya klenik.

Mereka menyebut ‘Luk Thep’ (malaikat anak atau boneka arwah), di dalam boneka telah diisi arwah. Umumnya berasal dari arwah janin yang digugurkan atau arwah anak kecil yang meninggal karena kecelakaan.

Prosesi ritual dimulai dengan meminta ijin ke keluarga arwah, kemudian seorang biksu akan membaca mantera untuk mengundang roh anak kecil yang diinginkan, agar masuk dan bersemayam ke dalam tubuh boneka.

Calon yang akan mengadopsi Spirit Doll wajib memberikan uang dalam jumlah besar sesuai perjanjian. Selain itu, orang tua asuh berkewajiban merawat dan memperlakukan Spirit Doll selayaknya anak manusia. Dimandikan,
diberi pakaian, diberi makan dan minum susu, diajak jalan-jalan atau liburan serta dimanjakan.

Ketika roh anak kecil tersebut merasa senang, orang tua asuh percaya akan mendapat keberkahan, keberuntungan, serta memudahkan datangnya rezeki. Ini banyak diungkapkan melalui testimoni pemiliknya.

Foto ; istimewa

Yang membuat masyarakat luar miris, ketika Spirit Doll dijadikan lahan berbisnis. Sebuah maskapai Thailand dan restoran ternama menyediakan layanan khusus untuk Spirit Doll layaknya manusia. Tersedia seat khusus, fasilitas makan dan minum selama penerbangan dengan syarat orang tua asuh harus membayar tiket penerbangan. Pun demikian ketika hendak makan di restoran.

Foto: Ig cholilnafis

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, KH. Muhammad Cholil Nafis angkat bicara, “Memiliki dan bermain bersama boneka diperbolehkan, namun dilarang diisi atau dipersepsikan sebagai tempat bersemayamnya arwah. Karena Islam melarang memelihara mahluk halus. Jika dianggap teman berarti pemiliknya berteman dengan jin.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha, “Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahualaihi wa sallam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan boneka padaku satu demi satu, lantas mereka pun bermain bersamaku.” (H. R. Bukhari no. 6130).

Cholil mengingatkan agar umat Islam tidak terpengaruh, serta terjebak pada hal-hal mistis, menuhankan selain Allah SWT. Lebih baik, uang yang ada digunakan untuk sedekah, yang lebih mulia dan diridhai Allah SWT.

Five Vie mantan aktris yang telah berhijrah menjabarkan penjelasan Ustaz Musyaffa ad Dariny Hafidzhahullah di Instagramnya mengenai Spirit Doll dan orang yang memiliki, diantaranya:

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman “Aku tidaklah butuh adanya tandingan. Barang siapa yang mengerjakan suatu amal dalam keadaan menyekutukan Aku, dengan selain Aku, maka Aku akan meninggalkan dia dengan perbuatan syiriknya itu.” (HR. Muslim no. 7666).

Dalam Islam tidak dikenal ruh yang bergentayangan. Dalil QS. Al – Mukminun 99 – 100.

Foto : Istimewa

Para pemilik Spirit Doll tidak mungkin mau melakukan perawatan sedemikian rupa tanpa pamrih, pasti ada yang diinginkan berupa manfaat duniawi. Indadari, pebisnis muslimah turut berkomentar mengenai fenomena Spirit Doll. “Bentuknya memang menarik, cantik dan menggemaskan, tapi menurut saya merupakan jenglot (boneka kecil berujud seram) masa kini yang dibuat lucu. Perilaku pemilik boneka dianggap sudah tidak normal.

Kalaupun ada yang bilang, ga dimasuki jin. Tapi tetap saja ada dari kalangan jin yang menjadikan boneka tersebut sebagai huniannya. Secara perlahan akan menyesatkan pemiliknya. Tanpa sadar telah menjalani sebuah kehidupan yang tidak normal.
Mengikis tauhid dan kesadaran sebagai manusia yang tidak boleh berlebih-lebihan memperlakukan benda mati selayaknya mahluk hidup. Apalagi sampai dianggap membawa keberuntungan, “ujarnya.

“Maka jauhilah perbuatan yang akan mendapatkan kemusyrikan, karena Allah SWT tidak akan mengampuni dosa dari perbuatan hamba-Nya yang melakukan kemusyrikan.

Dari sisi akidah, mempercayai benda yang dianggap memiliki kekuatan supranatural seperti Spirit Doll termasuk perbuatan syirik. Kekuatan gaib yang dipercaya ada pada boneka, sebenarnya merupakan tipu daya jin kepada manusia, “kata Inda menegaskan. (RP).

Menampilkan lebih banyak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button