WANITAINDONESIA.CO — Di tengah tingginya dinamika dan ritme dunia kerja modern, menjaga keseimbangan antara aktivitas pekerjaan dan pribadi (work-life balance) kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja yang harus membagi fokus antara tanggung jawab profesional dan tumbuh kembang buah hati. Menjawab tantangan tersebut, Pertamina Foundation menghadirkan fasilitas pengasuhan anak penitipan anak (daycare) Bumi Patra Simprug di Kompleks Pertamina Simprug, Jakarta, sebagai langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan kerja yang ramah keluarga sekaligus memberikan rasa tenang bagi orang tua saat bertugas.
Fasilitas yang berlokasi strategis di dekat area perkantoran ini dirancang khusus untuk mempermudah aksesibilitas harian, menghemat efisiensi waktu perjalanan, serta memastikan anak berada di dalam pengawasan yang aman. Layanan ini terbuka untuk masyarakat umum dengan prioritas khusus bagi putra-putri karyawan Pertamina Foundation, civitas akademika dan staf Universitas Pertamina, serta para pekerja di lingkungan Kompleks Pertamina Simprug untuk rentang usia anak tiga bulan hingga tujuh tahun.
President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja serta pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara setara, termasuk mengusung nilai inklusivitas sosial bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Daycare Bumi Patra Simprug kami hadirkan untuk mendukung keseimbangan hidup para pekerja (work-life balance), sekaligus memastikan bahwa orang tua dapat bekerja dengan tenang karena buah hati mereka berada di lingkungan yang aman, penuh kasih, dan teredukasi dengan baik,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Sabtui.
Agus menambahkan bahwa dalam perspektif pendidikan anak usia dini, masa awal kehidupan memegang peranan krusial bagi kondisi fisik, kognitif, emosional, serta sosial anak.
Oleh karena itu, layanan pengasuhan ini mengandalkan pendekatan terintegrasi yang memadukan lingkungan bermain aman, rutinitas harian konsisten, interaksi hangat yang responsif, hingga pembiasaan positif untuk melatih kemandirian anak sejak dini. Kenyamanan dan proses adaptasi anak di lingkungan baru juga menjadi perhatian utama para tenaga pengajar dalam mendukung aktivitas harian.
Guru Daycare Bumi Patra Simprug Sayyidatun menegaskan bahwa pendekatan emosional yang ramah diterapkan agar setiap anak merasa terlindungi dan siap mengeksplorasi potensi mereka secara menyenangkan.
“Kami mengedepankan pendekatan yang hangat dan responsif agar anak merasa aman, serta menstimulasi kemampuan sosial dan kognitif mereka melalui kegiatan bermain yang edukatif dan sesuai usia,” kata Guru Sayyidatun.
Guna memastikan stimulasi berjalan optimal, operasional pengasuhan dilengkapi dengan program pemantauan tumbuh kembang secara berkala, seperti penyaringan (skrining) psikologi anak, pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter anak, deteksi kesehatan gigi sejak dini, hingga kegiatan edukatif luar ruangan (field trip). Seluruh aspek kegiatan pun dijalankan di bawah penerapan standar keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (health, safety, security, and environment / HSSE) yang ketat, lengkap dengan pengawasan langsung yang cermat serta perlindungan privasi data kesehatan anak.
“Melalui penyediaan fasilitas pengasuhan yang komprehensif ini, kami berharap dapat membantu mengelola kebutuhan keluarga secara lebih terukur, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan fokus, produktivitas, serta kesejahteraan menyeluruh bagi para karyawan,” ungkap Agus menambahkan.
Hadirnya fasilitas pengasuhan yang aman, berkualitas, dan terintegrasi ini menjadi angin segar bagi para pekerja yang mendambakan keharmonisan antara karir dan keluarga. Ketika ruang tumbuh kembang anak terjamin dengan baik, ketenangan pikiran orang tua tentu akan tercipta, membawa dampak positif bagi produktivitas serta kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. (Gdi)

