Silent Killer Di Jalan Tol Itu Bernama Microsleep

Microsleep jadi penyebab kecelakaan di jalan tol. Waspada di saat Anda mulai kehilangan konsentrasi, itu adalah salah satu tanda-tanda, serta lebih baik segera menepi di rest area terdekat untuk melepas penat. (WI/Gdi)

WANITAINDONESIA.CO – Di balik kenyamanan berkendara di jalan tol yang panjang dan lurus, tersimpan ancaman nyata bernama microsleep. Fenomena ini sering dijuluki sebagai pembunuh senyap (silent killer) karena terjadi dalam hitungan detik namun bisa berakibat fatal bagi keselamatan nyawa.

Microsleep adalah kondisi di mana seseorang tertidur secara tiba-tiba dalam durasi yang sangat singkat, berkisar antara 1 hingga 30 detik. Kondisi ini terjadi karena otak mengalami kelelahan ekstrem, sehingga “mematikan diri” sejenak meskipun mata mungkin masih dalam keadaan terbuka.

Saat microsleep terjadi, kesadaran seseorang hilang sepenuhnya. Dalam kecepatan 100 km/jam, kehilangan kesadaran selama 3 detik saja sudah membuat kendaraan melaju tak terkendali sejauh hampir 85 meter.

Baca Juga :  Infrastruktur Hijau Jalan Tol Kini Wajib Miliki Terowongan Gajah

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat bahwa sekitar 80 persen kecelakaan di jalan tol disebabkan oleh faktor manusia, di mana kelelahan dan kantuk (termasuk microsleep) menjadi pemicu dominan.

Kecelakaan akibat microsleep paling sering terjadi pada jam biologis tubuh saat seharusnya beristirahat, yaitu antara pukul 00.00-05.00 dan pukul 13.00-16.00.

Karena pengemudi tidak sempat menginjak rem saat microsleep terjadi, tingkat fatalitas kecelakaannya jauh lebih tinggi dibandingkan kecelakaan biasa.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Layanan Jalan Tol, Jasa Marga Lanjutkan Pemeliharaan Jalan di Ruas Tol Cipularang dan Padaleunyi

Pencegahan

Di tengah libur Natal dan Akhir Tahun, tidak ada salahnya sedikit memperhatikan hal berikut saat diperjalanan termasuk mengenali tanda-tandanya apabila driver (pengemudi) sudah mulai terlihat lelah.

Mengonsumsi kopi atau minuman berenergi sering kali hanya bersifat menunda kantuk, bukan menghilangkan kelelahan. Berikut adalah langkah pencegahan yang paling efektif:

Istirahat Berkala: Jangan memaksakan diri. Beristirahatlah setiap 2 jam sekali atau maksimal 4 jam berkendara.

Power Nap: Jika mulai merasa mata berat atau hilang fokus, segera cari tempat istirahat (rest area). Lakukan tidur singkat selama 15–20 menit. Ini jauh lebih efektif daripada kafein.

Baca Juga :  Lanjutkan Pemeliharaan di Tol Jakarta–Cikampek, JTT Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Jalan Tol

Jika memungkinkan, jangan berkendara sendirian. Teman perjalanan bisa membantu menjaga konsentrasi melalui obrolan atau mengingatkan jika pengemudi mulai terlihat tidak fokus.

Cukupi hidrasi, penelitian menunjukkan kurang minum dapat menurunkan konsentrasi otak. Pastikan asupan air putih cukup selama perjalanan.

Kenali Tanda-tandanya: Sering berkedip, menguap terus-menerus, tidak ingat beberapa kilometer terakhir yang dilewati, atau kepala terasa berat adalah sinyal kuat Anda harus segera berhenti.

Ingat: “Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada tidak pernah sampai sama sekali.” (Gdi)