
WANITAINDONESIA.CO – Sahabat WI, pernah merasa belakangan ini isi dompet rasanya lebih cepat “mengalir” keluar. Mulai dari harga bahan pokok di pasar yang merangkak naik, biaya sekolah anak, sampai tagihan bulanan yang makin menguras pos anggaran. Kalau Sahabat WI sedang merasakan tekanan ini, tenang, Anda tidak sendirian.
Baru-baru ini, Sun Life Indonesia meluncurkan sebuah studi menarik bertajuk Financial Resilience Index 2026. Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus membumi: sebanyak 80% masyarakat Indonesia ternyata merasakan tekanan yang sama akibat kenaikan biaya hidup. Bahkan, 30% di antaranya mengaku bahwa meroketnya harga-harga menjadi kerikil tajam terbesar yang menghambat mereka untuk memperbaiki kondisi keuangan keluarga.
Di tengah situasi menantang ini, bagaimana kita sebagai perempuan—baik sebagai working moms, mompreneurs, maupun perempuan mandiri—bisa tetap tenang dan menjaga dapur tetap ngebul? Kuncinya ternyata bukan cuma seberapa besar penghasilan kita, melainkan sedalam apa literasi keuangan yang kita miliki.
Mari kita intip realitas keuangan rumah tangga kita saat ini. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden di seluruh Indonesia pada April 2026 kemarin, tercatat hanya 14% masyarakat yang benar-benar merasa aman secara finansial. Sementara itu, 45% lainnya mengaku hanya bisa bertahan selama enam bulan jika tiba-tiba kehilangan penghasilan.
Karena tekanan ekonomi yang makin terasa, fokus kita sering kali tergeser ke urusan jangka pendek. Sebanyak 48% responden mengaku belum punya rencana keuangan jangka panjang, atau mentok hanya merencanakan keuangan untuk satu tahun ke depan. Mengelola pengeluaran harian akhirnya jadi prioritas utama bagi 56% masyarakat, mengalahkan keinginan untuk menabung atau berinvestasi.
Menanggapi fenomena ini, Albertus Wiroyo, President Director Sun Life Indonesia, memberikan pandangannya:
“Temuan ini mencerminkan bagaimana banyak masyarakat Indonesia menyeimbangkan kebutuhan finansial jangka pendek dengan tujuan jangka panjang. Di tengah perubahan kondisi ekonomi, kesiapan finansial menjadi kunci utama untuk membangun ketahanan finansial. Di sinilah peran mitra keuangan yang dapat dipercaya menjadi semakin penting, untuk memberikan rasa tenang dalam menghadapi ketidakpastian saat ini sekaligus membantu merencanakan masa depan.”
Menariknya, studi Sun Life membuktikan bahwa perempuan atau individu yang melek finansial—alias paham cara mengelola dan mengambil keputusan uang dengan tepat—punya “napas” yang jauh lebih panjang.
Mereka terbukti tiga kali lebih tangguh secara finansial dan memiliki skor kepercayaan diri 53 poin lebih tinggi. Ketika badai kenaikan harga datang, mereka tidak mudah panik dan 47 poin lebih optimis memandang masa depan keuangan mereka. Mengapa bisa begitu? Karena mereka terbiasa mengevaluasi pilihan, memprioritaskan pengeluaran, dan menyiapkan dana darurat.
Bagi Sahabat WI yang memiliki perencanaan keuangan jangka panjang, 86% di antaranya merasa yakin bisa mencapai impian masa depannya (seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun), dibandingkan mereka yang hanya pasrah menjalani hari demi hari tanpa rencana.
Ada tren unik yang terekam dalam studi tahun 2026 ini. Ibu-ibu modern kini makin canggih! Sebanyak 68% masyarakat Indonesia ternyata sudah memanfaatkan teknologi Generative AI (kecerdasan artifisial) untuk mencari informasi dan panduan mengelola keuangan. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan adopsi AI finansial tertinggi di Asia.
AI sekarang menjelma jadi asisten praktis di genggaman tangan untuk membantu kita membandingkan menu investasi, memahami istilah keuangan yang rumit, hingga menyusun simulasi anggaran harian.
Namun, secanggih apa pun teknologi, sentuhan manusia dan panduan dari ahlinya tetap tidak tergantikan, terutama untuk keputusan besar seperti membeli proteksi masa depan atau investasi jangka panjang.
“Teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi dan literasi keuangan, namun tidak menggantikan kebutuhan akan panduan ahli atau penasihat keuangan yang bertanggung jawab. Penguatan fondasi ini tetap penting agar individu dapat mengevaluasi informasi secara kritis, mengambil keputusan yang tepat,” tambah Albertus Wiroyo.
Menghadapi tantangan ekonomi tidak harus dimulai dengan langkah ekstrem. Sahabat WI bisa memulainya dari hal sederhana:
Catat dan Evaluasi: Manfaatkan aplikasi keuangan atau AI untuk melihat ke mana saja larinya uang belanja bulanan Anda.
Pilah Prioritas: Bedakan dengan tegas antara ‘kebutuhan’ mendesak dan ‘keinginan’ sesaat.
Cari Teman Seperjalanan yang Tepat: Jangan ragu berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau memilih mitra seperti Sun Life Indonesia yang menyediakan solusi asuransi jiwa dan kesehatan komprehensif untuk melindungi setiap tahapan kehidupan keluarga kita.(Des)




