WANITAINDONESIA.CO – Wajah Jakarta sedang bersiap menyongsong perubahan besar yang tidak lagi sekadar bertumpu pada pembangunan fisik semata. Ibu kota kini tengah mengarahkan pandangannya pada kekuatan sains dan teknologi sebagai pilar utama untuk menciptakan ruang hidup yang lebih aman dan nyaman bagi setiap warganya. Melalui integrasi ilmu pengetahuan yang matang, Jakarta tidak hanya ingin mempercantik diri, tetapi juga bertransformasi menjadi magnet talenta global yang diperhitungkan di panggung internasional.
Komitmen visioner ini mengemuka kuat dalam pertemuan strategis di Jakarta Urban Knowledge Hub (Pusat Pengetahuan Perkotaan Jakarta), Jakarta Selatan, pada hari Senin. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa cetak biru masa depan Jakarta harus digerakkan oleh inovasi ilmiah yang melibatkan seluruh ekosistem tanpa terkecuali. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan perkotaan modern yang kian kompleks.
“Seperti yang tadi Gubernur DKI Jakarta Bapak Pramono Anung sampaikan, ada poin pertama, adalah saatnya kita membangun Jakarta dengan science (sains) dan teknologi. Itulah mengapa kami hadir di sini, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melibatkan, bukan hanya kementeriannya saja, tetapi seluruh pelaku sains dan teknologi,” ujar Stella Christie dengan penuh optimisme.
Menurut Stella Christie, ambisi besar ini mustahil terwujud jika hanya mengandalkan kerja sepihak dari birokrasi. Dibutuhkan kerja bersama yang harmonis dan inklusif, mulai dari kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, sektor industri, pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga keterlibatan aktif masyarakat akar rumput.
Seluruh daya dan upaya inovatif tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan mulia, yaitu mengembalikan manfaatnya secara langsung kepada masyarakat luas. Integrasi sains dan teknologi diharapkan mampu menyentuh aspek-aspek mendasar dalam kehidupan urban (perkotaan), seperti peningkatan sistem keamanan lingkungan hingga penyediaan fasilitas publik yang menjamin kenyamanan aktivitas harian warga.
“Karena semuanya dikembalikan kepada masyarakat untuk menjadikan Jakarta kota yang sangat bertumpu pada science (sains) dan teknologi untuk segala sesuatu, kenyamanan dan keamanan kota Jakarta,” tutur Stella Christie menambahkan.
Lebih dari sekadar membenahi urusan domestik, Jakarta dinilai memiliki potensi raksasa untuk melompat lebih tinggi. Di tengah dinamika geopolitik (peta politik antarnegara) global saat ini, hasil pemetaan menunjukkan bahwa Jakarta sangat berpeluang menjelma sebagai International Talent Hub (Pusat Bakat Internasional). Situasi dunia yang fluktuatif justru membuka celah bagi Indonesia untuk menarik minat civitas akademika (warga akademis) dari berbagai belahan dunia agar datang, menempuh studi, maupun melakukan riset mendalam di Jakarta.
Guna menangkap peluang emas tersebut, kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi kunci yang tidak bisa ditawar. Data global membuktikan bahwa kota-kota di dunia yang memiliki universitas serta pusat riset berkualitas tinggi secara linier selalu memiliki tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat yang jauh lebih baik.
Saat ini, kementerian terkait bersama Gubernur DKI Jakarta tengah menggodok berbagai langkah konkret agar gagasan besar ini tidak berhenti sebagai wacana di atas kertas. Perubahan paradigma sedang diwujudkan agar riset dan pendidikan tinggi dapat melekat erat dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.
“Kita ada banyak yang sedang kita kerjakan pada saat ini bersama dengan Bapak Gubernur untuk langkah nyata. Jadi, bukan hanya sebagai slogan, tapi langkah nyata agar ada perubahan paradigma bahwa riset dan pendidikan tinggi itu juga bisa menjadi bagian dari pemerintah daerah bersama dengan pemerintah pusat, bukan hanya di pemerintah pusat,” pungkas Stella Christie di akhir penjelasannya.
Menyaksikan Jakarta bersolek dengan kecerdasan sains dan teknologi tentu menerbitkan harapan baru bagi masa depan perkotaan kita. Mendukung perubahan paradigma ini adalah bentuk optimisme bersama bahwa kota ini mampu berevolusi menjadi tempat yang tidak hanya ramah dan aman untuk ditinggali, tetapi juga menjadi mercusuar inovasi yang membanggakan Indonesia di mata dunia. (Gdi)

