WANITAINDONESIA.CO – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi saksi bisu kemeriahan FIFA Series 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis semalam. Di balik gemerlap lampu stadion (floodlight) dan siaran langsung yang jernih ke seluruh dunia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya sukses memastikan “napas” kelistrikan berjalan tanpa kedip melalui sistem Zero Down Time (ZDT).
Pertandingan internasional yang diawali laga Bulgaria vs Kepulauan Solomon hingga puncaknya laga Skuad Garuda ini menuntut standar kelistrikan kelas dunia. PLN menjawab tantangan tersebut dengan pengamanan berlapis yang membuat operasional stadion tetap stabil meski dalam beban puncak.
Untuk menjaga marwah Indonesia di mata internasional, PLN mengerahkan “pasukan” teknologi mutakhir di kawasan GBK:
- Sistem Zero Down Time (ZDT): Teknologi Line Current Differential Relay memastikan jika terjadi gangguan pada satu jalur, pasokan listrik akan berpindah secara otomatis dalam hitungan milidetik.
- Daya Raksasa: PLN menyuplai Penambahan Daya Sementara (PDR) sebesar 4.890 kVA.
- Baterai Raksasa (UPS): Sebanyak 7 unit UPS berkapasitas 2.700 kVA disiagakan untuk mengawal sistem vital seperti scoreboard dan broadcasting.
- Unit Bergerak: 6 Gardu Bergerak (UGB) dan generator 600 kVA berdiri tegak di titik strategis sebagai backup terakhir.
“Kami memastikan seluruh sistem kelistrikan di SUGBK berada dalam kondisi siap operasi 100 persen. Melalui sistem berlapis berbasis ZDT, FIFA Series 2026 dapat berlangsung lancar tanpa gangguan sekecil apa pun,” tegas Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN UID Jakarta Raya.
Kesuksesan ini tidak luput dari perhatian otoritas sepak bola tanah air. Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan apresiasinya atas dedikasi PLN di lapangan.
“Dukungan PLN sangat krusial. Bukan hanya soal lampu stadion, tapi soal bagaimana citra Indonesia terjaga di mata internasional melalui siaran yang lancar tanpa gangguan listrik. Terima kasih PLN,” ujar Arya.
Manajer PLN UP3 Bulungan, Irvan Hardiansyah, menambahkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah kolaborasi antara manusia dan teknologi. Ratusan personel teknik disiagakan secara real-time, memantau pergerakan beban listrik melalui dashboard digital yang terintegrasi.
Dengan berakhirnya FIFA Series 2026 dengan sukses, PLN kembali membuktikan bahwa infrastruktur kelistrikan Jakarta telah siap menyambut event olahraga maupun hiburan berskala global kapan saja. (Gdi)

