Sehat Fisik, Tenang Hati, Menemukan Harmoni Jiwa dan Raga ala Muslimah Modern

Sebuah perhelatan eksklusif bertajuk "Kajian & Sharing: Sehat Fisik, Tenang Hati" digelar secara apik di SI.SE.SA Boutique pada Selasa (16/7). (Foto : Desi)

WANITAINDONESIA.CO – Kesehatan sejati tidak pernah berdiri sendiri. Ia adalah rajutan harmonis antara tubuh yang bugar dan hati yang tenang. Di tengah riuhnya rutinitas, bagaimana para perempuan Indonesia bisa meraih keseimbangan paripurna ini.

Sering kali, kata “sehat” hanya dilekatkan pada kondisi fisik yang bebas dari penyakit. Padahal bagi seorang perempuan, terlebih seorang muslimah, kecantikan dan kekuatan sejati justru terpancar dari jiwa yang tenang dan hati yang bersih. Menjawab kebutuhan mendasar inilah, sebuah perhelatan eksklusif bertajuk “Kajian & Sharing: Sehat Fisik, Tenang Hati” digelar secara apik di SI.SE.SA Boutique pada Selasa (16/7).

Acara yang menyatukan perspektif medis-kesehatan dan kedalaman ilmu agama ini merupakan buah kolaborasi manis antara Omi Sehat, AD, dan Pexita Mengaji. Diikuti oleh para muslimah dengan antusiasme tinggi, kombo edukasi ini sukses merumuskan formula terbaik dalam menjaga kebugaran jasmani sekaligus meraih kedamaian batin di tengah padatnya aktivitas sehari-hari.

Sesi pertama dibuka dengan pemaparan yang mencerahkan dari Elyse Meirisya, selaku Founder dari Omi Sehat. Elyse langsung menggebrak lewat sebuah pertanyaan pemantik: “Mengapa perempuan juga perlu angkat beban (weight lifting)?”

Baca Juga :  Menemukan Kedamaian di Tengah Riuh Jakarta, Kisah Harmoni Kehidupan Sutopo dan I Ketut Marra dalam "Echoes of Harmony"

Selama ini, olahraga angkat beban kerap dihindari oleh kaum hawa karena citra maskulin atau ketakutan tubuh akan berubah menjadi kekar berotot. Elyse meluruskan miskonsepsi tersebut secara ilmiah. Secara biologis, perempuan tidak memiliki hormon yang dapat membentuk otot besar layaknya pria, kecuali jika mengonsumsi penguat hormon sintetis seperti steroid anabolik.

Latihan beban justru menawarkan segudang manfaat jangka panjang untuk perempuan. Mulai dari penurunan berat badan, pembakaran lemak yang optimal, meningkatkan massa otot, memerangi osteoporosis, menyehatkan jantung, hingga mendongkrak produktivitas kerja.

Hebatnya lagi, angkat beban memicu efek pembakaran kalori yang panjang. Pasca-latihan, otot membutuhkan energi besar untuk memperbaiki serat-seratnya. Para peneliti bahkan menemukan bahwa metabolisme tubuh tetap meningkat hingga 39 jam setelah latihan selesai. Tak hanya itu, pelepasan keringat saat berlatih terbukti ampuh menurunkan hormon stres. Studi menunjukkan, orang dengan massa otot yang baik lebih cepat mengembalikan tekanan darah ke kondisi normal setelah menghadapi situasi menegangkan.

Elyse juga mengingatkan pentingnya investasi masa tua. “Semakin berumur, massa tulang kita terkikis secara perlahan yang memicu risiko patah tulang, keropos dan lainnya. Latihan daya tahan tubuh seperti mengangkat beban setiap hari mampu meningkatkan kepadatan tulang,” tambahnya.

Baca Juga :  Harmoni Indah Kolaborasi Musik dan Geliat Usaha Lokal

Menariknya, Anda tidak harus pergi ke pusat kebugaran (gym). Olahraga ini bisa dilakukan di mana saja dengan alat seadanya, bahkan menggunakan botol berisi air di rumah. Namun, Elyse mengingatkan bahwa olahraga harus diimbangi dengan perubahan pola pikir dan pola makan. “Perbanyak protein, serta sebisa mungkin hindari gula, tepung, dan minyak berlebih. Sebab, dari sanalah sumber keluhan-keluhan tubuh kita bermula,” tegasnya.

Jika Elyse membedah kesehatan dari luar, Ustadz Abdurrahman Dani (Hafidzahullah) melengkapinya dengan menjabarkan kesehatan dari dalam. Beliau memaparkan bagaimana Islam memandang pentingnya menjaga kesehatan fisik serta meraih ketenangan hati yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Dalam Islam, menjaga kesehatan jasmani dengan pola hidup sehat dan makanan yang baik (thayyib) adalah bentuk nyata rasa syukur seorang hamba atas nikmat jasad yang diberikan oleh Sang Khaliq. Ustadz Abdurrahman Dani menegaskan bahwa Rasulullah SAW dengan tegas melarang umatnya menjerumuskan diri ke dalam perkara yang memicu penyakit. “Nabi SAW melarang manusia untuk mendekati atau menjerumuskan dirinya kepada hal-hal yang menyebabkan dia sakit,” ucapnya.

Baca Juga :  Menemukan Kedamaian di Tengah Riuh Jakarta, Kisah Harmoni Kehidupan Sutopo dan I Ketut Marra dalam "Echoes of Harmony"

Beliau menerangkan ada tiga alasan mendasar mengapa Allah SWT memberikan ujian berupa penyakit kepada manusia:

1. Karena kelalaian manusia itu sendiri.
2. Sebagai penggugur dan penghapus dosa-dosa.
3. Sebagai sarana Allah SWT untuk menaikkan derajat.

Menariknya, Ustadz Abdurrahman Dani memberikan catatan khusus yang sangat dekat dengan kehidupan perempuan. Sering kali, keluhan fisik yang diderita oleh perempuan bukan semata-mata karena salah pola makan, melainkan bersumber dari amarah yang terpendam serta dendam yang masih melekat erat di dalam hati. Ketika jiwa sakit, maka fisik akan ikut sakit. Hati yang kotor dan penuh dendam bahkan menjadi pintu masuk utama bagi iblis dan setan untuk menyerang diri manusia.

Sebagai penutup, sang Ustadz membagikan resep utama untuk menjaga hati agar tidak mudah roboh oleh rasa kecewa dan dendam, kuatkan niat serta komitmen untuk selalu berusaha bersabar dan bersyukur, dan pandanglah setiap ujian hidup sebagai cara indah untuk menaikkan level kualitas kepribadian serta keimanan kita di hadapan Allah SWT. (Des)