Sebelum Tahun Ajaran Baru Dimulai, Jangan Lupa Periksa Mata Anak, Ini Alasannya

Ilustrasi Pemeriksaan Mata Anak. Foto Ownership by HOYA Indonesia. Foto : Dok Hoya Indonesia

WANITAINDONESIA.CO – Menjelang tahun ajaran baru, para orang tua biasanya sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak. Mulai dari membeli seragam baru, tas, sepatu, hingga perlengkapan belajar menjadi daftar prioritas yang hampir tidak pernah terlewat. Namun di balik semua persiapan tersebut, ada satu hal yang tak kalah penting tetapi sering luput dari perhatian, yakni memastikan kesehatan mata anak.

Padahal, kemampuan melihat dengan jelas menjadi modal utama bagi anak untuk mengikuti proses belajar di kelas. Sayangnya, banyak kasus miopia atau rabun jauh pada anak baru diketahui ketika minus mata sudah cukup tinggi dan mulai mengganggu aktivitas belajar.

Kondisi ini bukan tanpa alasan. Miopia berkembang secara perlahan seiring pertumbuhan anak. Karena prosesnya bertahap, banyak anak tidak menyadari bahwa penglihatannya mulai menurun. Mereka menganggap apa yang dilihat sehari-hari adalah hal yang normal.

Baca Juga :  Cegah Mata Minus Anak Memburuk, VIO Optical Clinic Hadirkan Terapi Vision & Lensa MiYOSMART di PIK

Akibatnya, orang tua sering baru menyadari adanya masalah ketika anak mengeluh tidak bisa melihat tulisan di papan tulis, nilai pelajaran menurun, atau guru memberi tahu bahwa anak sering berpindah ke bangku paling depan.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain anak sering memicingkan mata saat melihat objek jauh, duduk terlalu dekat saat menonton televisi, membaca buku maupun menggunakan gawai dengan jarak sangat dekat, sering mengucek mata, hingga harus maju ke depan kelas agar dapat melihat tulisan di papan tulis dengan jelas.

Jika gejala tersebut mulai terlihat, pemeriksaan mata sebaiknya tidak ditunda. Deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum minus mata bertambah.

Baca Juga :  Libur Sekolah Dimulai! Sudah Periksa Kesehatan Mata Anak Hari Ini?

Kini, penanganan miopia juga tidak lagi sebatas memberikan kacamata minus untuk memperjelas penglihatan. Perkembangan teknologi menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui manajemen miopia, yakni upaya untuk membantu memperlambat pertumbuhan minus pada anak.

Salah satu inovasi yang kini tersedia adalah lensa terapi dengan teknologi Defocus Incorporated Multiple Segments (DIMS). Teknologi ini bekerja tidak hanya membantu anak melihat lebih jelas seperti kacamata biasa, tetapi juga dirancang untuk membantu mengendalikan pertumbuhan minus mata.

Teknologi tersebut diterapkan pada lensa terapi MiYOSMART dari HOYA. Lensa ini didukung penelitian klinis jangka panjang di kategori lensa kacamata untuk manajemen miopia dan telah memperoleh berbagai penghargaan internasional atas inovasinya di bidang kesehatan mata.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan miopia sejak dini, HOYA menghadirkan kampanye “Mulai Lebih Awal”. Melalui program ini, orang tua juga dapat memanfaatkan subsidi sebesar Rp2 juta untuk pembelian lensa terapi MiYOSMART di optik rekanan HOYA di seluruh Indonesia hingga akhir Agustus 2026.

Baca Juga :  Cegah Mata Minus Anak Memburuk, VIO Optical Clinic Hadirkan Terapi Vision & Lensa MiYOSMART di PIK

Kampanye ini mengajak para orang tua agar tidak menunggu hingga minus mata anak semakin tinggi sebelum mengambil tindakan. Sebab, semakin cepat miopia terdeteksi dan dikelola, semakin besar peluang untuk membantu menjaga kualitas penglihatan anak dalam jangka panjang.

Di tengah berbagai persiapan menyambut kembali ke sekolah, pemeriksaan mata mungkin hanya membutuhkan waktu singkat. Namun manfaatnya bisa menjadi investasi besar bagi masa depan anak. Karena prestasi belajar bukan hanya ditentukan oleh semangat dan kecerdasannya, tetapi juga oleh kemampuan melihat dunia dengan jelas sejak dini. (Ver)