Saling Balas Gol Garuda Pertiwi Ditahan Imbang Kamboja

Tendangan pemain sepak bola Garuda Pertiwi Rosdilah Siti Nurrohmah gagal ditepis kiper Timnas Kamboja. gdi

WANITAINDONESIA.CO – Gemuruh sorak-sorai pendukung di tribun Stadion Arcamanik, Bandung, seketika pecah menjadi ketegangan yang mendebarkan. Di bawah guyuran atmosfer laga yang sengit, tim nasional sepak bola putri Indonesia harus rela berbagi angka setelah terlibat drama saling balas gol yang menguras emosi. Menghadapi ketangguhan tim tamu dalam ajang Garuda Championship Series 2026, skuad Garuda Pertiwi sempat membuka asa lewat keunggulan mendebarkan, sebelum akhirnya harus menerima kenyataan pahit lewat gol balasan kilat yang membuyarkan kemenangan di depan mata.

Sejak peluit pertama dibunyikan, jalannya pertandingan babak pertama berlangsung sangat ketat dan penuh kehati-hatian. Kedua tim tampak kesulitan membongkar lini pertahanan lawan masing-masing. Kamboja sempat menebar ancaman serius pada menit ke-30 melalui sepakan jarak jauh Soem Maysam, namun bola masih membentur mistar gawang Indonesia. Skuad Garuda Pertiwi langsung merespons tujuh menit berselang lewat aksi Estella Raquel Loupatty, tetapi tendangan pemain depan andalan Indonesia itu masih melambung tipis di atas gawang lawan, memaksa skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Baca Juga :  Garuda Pertiwi Tumbang di Bandung, Singapura Curi Kemenangan Perdana

Memasuki paruh kedua, Indonesia langsung mengambil inisiatif menyerang dengan gaya permainan yang jauh lebih agresif. Strategi menekan ini membuahkan hasil manis pada menit ke-54 ketika Pauline Jeannette van de Pol dengan jeli mengirimkan umpan matang ke lini depan. Rosdilah Siti Nurrohmah yang berhasil melakukan tusukan tanpa kawalan sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol pembuka yang membawa Indonesia memimpin.

Sayangnya, pesta perayaan pendukung tuan rumah hanya berumur jagung. Berselang satu menit kemudian, kelengahan barisan belakang harus dibayar mahal setelah kapten Kamboja, Soeurn Vipha, melepaskan umpan akurat yang langsung disambar oleh Chhit Sapheourn menjadi gol penyeimbang kedudukan.

Baca Juga :  Garuda Pertiwi Bakal Buktikan Ketangguhannya di Lapangan Hijau Versus Singapura

Skor imbang 1-1 membuat tensi pertandingan semakin memanas. Kamboja hampir saja membalikkan keadaan jika tendangan jarak jauh Soem Maysam pada menit ke-59 tidak kembali digagalkan oleh tiang gawang. Guna memburu gol kemenangan, Indonesia terus membombardir pertahanan lawan, termasuk lewat skema serangan yang dibangun oleh Sheva Imut Furyzchia pada menit ke-73, serta peluang emas di dalam kotak penalti (penalty box) dari kaki Aulia Al Mabruroh pada menit ke-82 yang sayangnya masih mampu ditepis secara heroik oleh kiper Kamboja.

Kontroversi sempat mewarnai laga pada menit ke-84 ketika bola tendangan pemain Indonesia terlihat jelas menyentuh tangan (handball) pemain bertahan Kamboja di area terlarang. Namun, wasit yang memimpin laga tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran, sehingga memicu protes dari para pemain di lapangan. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan, papan skor tidak berubah dan memaksa kedua tim harus puas dengan hasil imbang.

Baca Juga :  Garuda Pertiwi Tumbang di Bandung, Singapura Curi Kemenangan Perdana

Hasil satu poin ini sekaligus membuat langkah tim nasional putri Indonesia terganjal untuk merayakan kemenangan di ajang Garuda Championship Series periode Juni 2026, setelah pada pertandingan sebelumnya mereka harus mengakui keunggulan Singapura dengan skor akhir 0-2.

Meski kemenangan belum berpihak, perjuangan gigih yang ditunjukkan oleh skuad Garuda Pertiwi di atas lapangan hijau menjadi bukti nyata akan potensi besar sepak bola putri tanah air yang terus berkembang. Setiap tetes keringat dan evaluasi dari pertandingan ini merupakan anak tangga berharga menuju prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Mari kita terus tiupkan semangat optimisme dan berikan dukungan terbaik bagi para atlet nasional yang sedang berjuang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional!