WANITAINDONESIA.CO – Belakangan ini, perbincangan di meja makan hingga grup WhatsApp keluarga mulai diwarnai kekhawatiran soal nilai tukar rupiah yang dikabarkan terus merosot. Isu rupiah yang nyaris menyentuh angka Rp17.000 per dolar AS tentu membuat para “Manajer Keuangan Keluarga” alias Ibu Rumah Tangga mulai was-was akan kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif. Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3), Menkeu menegaskan bahwa kondisi rupiah masih dalam kendali.
Menkeu Purbaya menepis kabar bahwa rupiah sudah tak terkendali. Ia menjelaskan bahwa posisi rupiah saat ini berada di kisaran Rp16.800-an dan penguatan mulai terlihat.
“Enggak ah, masih Rp16.800-an. Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih gampang dibanding kalau ekonomi lagi berantakan,” ujar Purbaya usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto.
Optimisme ini didasari oleh koordinasi solid antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga likuiditas dan stabilitas pasar. Kabar baiknya, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp16.863 per dolar AS pada Selasa sore, dipicu oleh sentimen global terkait meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Meski pemerintah optimistis, dinamika global—terutama konflik di Timur Tengah—tetap bisa berdampak pada harga BBM atau bahan pangan impor. Sebagai garda terdepan ekonomi keluarga, berikut adalah langkah antisipasi yang bisa Bunda lakukan:
- Tinjau Ulang Prioritas Belanja
Eskalasi global seringkali memicu kenaikan harga barang impor (seperti gandum, kedelai, atau buah-buahan tertentu). Mulailah memprioritaskan produk lokal yang harganya lebih stabil dan kualitasnya tak kalah hebat. - Amankan Dana Darurat
Di tengah ketidakpastian dunia, memiliki “bantalan” finansial sangat penting. Jika biasanya dana darurat hanya cukup untuk 3 bulan, cobalah untuk sedikit lebih hemat guna menambah cadangan hingga 6 bulan ke depan. - Strategi “Food Prep” dan Stok Bijak
Alih-alih panic buying, lakukan food preparation (menyiapkan bahan masakan untuk satu minggu). Cara ini terbukti ampuh menekan pengeluaran tak terduga dan memastikan stok pangan keluarga aman tanpa harus boros. - Tunda Pembelian Barang Elektronik/Impor
Jika Bunda berencana mengganti gadget atau barang elektronik dalam waktu dekat, ada baiknya menunda sejenak hingga nilai tukar rupiah benar-benar stabil. Barang-barang ini sangat sensitif terhadap kurs dolar. - Pantau Berita dari Sumber Terpercaya
Jangan mudah termakan hoaks di media sosial yang memicu kepanikan. Tetaplah mengikuti perkembangan berita ekonomi dari kanal resmi seperti wanitaindonesia.co agar keputusan keuangan keluarga tetap rasional.
Nah, Bunda, bagaimana strategi Anda dalam mengatur uang belanja di tengah fluktuasi rupiah saat ini? Bagikan tips unik Bunda di kolom komentar ya! (Gdi)





