
WANITAINDONESIA.CO — Di tengah udara sejuk Kota Salatiga, semangkuk wedang ronde hangat masih menjadi pilihan favorit masyarakat maupun wisatawan. Salah satu yang paling legendaris adalah Ronde Sekoteng Jago, kuliner tradisional yang telah bertahan lebih dari setengah abad dan terus menjadi ikon wisata kuliner kota tersebut.
Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No. 9, kawasan Pasar Raya Salatiga, tepat di belakang Pos Polisi Pasar Raya, warung ini dikenal sebagai salah satu destinasi wajib bagi pencinta kuliner tradisional. Berdiri sejak sekitar tahun 1964, Ronde Sekoteng Jago kini telah dikelola hingga generasi keempat dengan tetap mempertahankan resep turun-temurun keluarga.

Keistimewaan utama Ronde Sekoteng Jago terletak pada racikan kuah jahenya yang berbeda dari ronde pada umumnya. Tidak hanya menggunakan jahe dan gula, kuahnya disebut diramu dengan 11 jenis bahan herbal, yang dipercaya memberi manfaat bagi kesehatan, terutama untuk menghangatkan tubuh dan menjaga daya tahan.
Dalam satu mangkuk, pengunjung dapat menikmati kombinasi ronde isi kacang yang kenyal, kolang-kaling, agar-agar, rumput laut, kacang tanah sangrai, manisan tangkwe, hingga manisan kulit jeruk. Kekayaan isian inilah yang membuat cita rasa Ronde Sekoteng Jago terasa khas dan berbeda dibandingkan ronde tradisional lainnya.
Tak hanya warga lokal, warung ini juga menjadi incaran wisatawan luar kota, terutama mereka yang singgah di Salatiga melalui jalur tol Trans Jawa. Beberapa media bahkan memasukkan Ronde Jago dalam daftar rekomendasi kuliner wajib dekat pintu Tol Salatiga karena lokasinya strategis dan cocok dinikmati saat malam hari.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai sekitar Rp16.000 hingga Rp17.500 per porsi, dengan pilihan menu lain seperti wedang kacang, es campur, hingga makanan ringan tradisional sebagai pelengkap.
Keberadaan Ronde Sekoteng Jago bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari warisan kuliner Salatiga yang terus dijaga. Di tengah menjamurnya tren kuliner modern, semangkuk ronde hangat dari warung legendaris ini membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. (den)




