
WanitaIndonesia.co, Jakarta – Sadar seiring dengan kiprahnya, hidup dan memberi warna bagi masyarakat, lingkungan dan dunia, persona Luna Maya kian bijak dalam mengisi harinya.
Tak hanya melalui kiprah berkesenian, sejumlah hal inspiratif kini menjadi fokus dalam keseharian Luna Maya.
Ditemui pada saat acara Charity dari Kampanye Re.juve #LiveHappierAlaLunaMaya, saat
penyerahan donasi kepada Yayasan Drisana yang fokus pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.
“Saya melihat, mendengar dan membaca jumlah penderita Gangguan Spektrum Autisme kian meningkat signifikan. Salah satu aspek penting yang harus dipersiapkan orang tua, serta anggota keluarga inti mau menerima, berdamai, serta mendidik anak istimewa titipan Tuhan dengan baik dan adil. Juga masyarakat, negara, serta staken holder turut peduli dan memberikan dukungan, jika nanti mereka produktif, kiranya dapat bekerja sama guna agar anak-anak ini mampu mandiri. ”

“Sebagai brand minuman sehat ternama, Re. juve telah menginisasinya, dan saya bahagia bisa ikut terlibat dalam kampanye yang bernilai penting ini.
Saya pribadi respek dengan usaha-usaha kemanusiaan apapun bentuk dan konsepnya, karena konsep berbagi merupakan ajaran dasar setiap keluarga. Berbagi bagi saya rewardnya lebih kepada kepuasan batin, perasaan jadi lebih tenang dan senang, “ujar Luna.
Selama ini Luna lebih
senang memfasilitasi orang-orang yang membutuhkan, dukungan spirit buat mereka dalam berkarya. Seperti lansia yang masih berkerja, berjualan ia akan membeli produknya atau membantu memberikan modal. Namun yang terlihat masih mampu bekerja, tapi mengandalkan belas kasihan tak akan membuat hatinya tergerak.
Luna bijak, jangan sampai upaya berbagi ini malah terkontaminasi dengan ulah tak terpuji yang membuat produktivitas menjadi mati. Orang lebih suka mengandalkan pemberian dan jadi pemalas. Ingat, berbagi pun harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat, serta mendidik.
Hidup dan berkarya melalui proses kini Luna Maya lebih merasa tenang dalam menjalankan hidup.
Ia mengaku memiliki kebiasaan berbagi untuk dirinya sendiri.
“Dahulu, di awal saya berkesenian dan dikenal masyarakat, hampir tak ada jeda buat istirahat. Beragam pekerjaan dilakukan agar pundi-pundi kian terisi. Bisa melakukan kegemaran lifestyle seperti yang lain. Namun saya tiba dititik jenuh, kala hati kecil saya mengatakan ada sesuatu yang kosong yang tak kan bisa diisi dengan apa yang saya lakukan tersebut, “kenang Luna.
“Saya mulai berpikir untuk memberi ruang pada diri dari godaan pekerjaan. Jika dulu pantang menolak, takut ga ada job, sekarang saya lebih menakar dengan memberikan waktu istirahat bagi tubuh. Me time sama pentingnya dengan pekerjaan. Percaya deh, jika kita profesional, kita jadi lebih merasa percaya diri. Pekerjaan dan rezekilah yang akan datang, tak usah galau hidup tersaingi, “cetus Luna.
“Semisal saya telah bekerja penuh selama 3 bulan, saya akan rehat 3 minggu untuk Me Time dengan istirahat, relaksasi maupun melakukan hobi.
Saya menyukai alam dan eksotika pemandangan di Indonesia yang belum pernah saya kunjungi. Mengeksplor gunung, menikmati pemandangan ngarai dan lembah, atau nostalgia masa kecil menyusuri pantai-pantai cantik, menjejakan kaki di pasir halus dengan sapuan gelombang dan riak air, sambil menghirup udara segar. “Iiiih, sungguh menyenangkan lho, membuat tubuh, jiwa dan pikiran saya re-fresh kembali, “cerita Luna.
Dengan rentang keberadaannya, hidup sehat selaras alam menjadi konsen keseharian Luna. Penting untuk menyelaraskan 3 unsur utama dari mind, body dan soul karena berdampak positif bagi diri, keluarga dan lingkungan.
Karena berdampak positif, ia senantiasa menularkan virus kebaikan ini ke teman-temannya.
Muncul keluhan mereka merasa lelah dengan aktivitas sehari-hari, tak ada waktu untuk mengurus diri dan hal-hal lainnya. Waktu Luna anjurkan untuk Me Time, beri waktu untuk diri sendiri, mereka bilang ga mungkin, ga bisa dengan beragam alasan. Ia pun tak menyalahkan, berpikir positif saja, jika kelak mereka sadar dan melakukan anjuran tersebut, tentunya Luna akan senang.
Pun dengan rekan-rekan media, Luna mengingatkan untuk lebih peduli sebelum terlambat untuk menyayangi diri sendiri.
Sibuk dengan pekerjaan di lapangan, tentu rentan dengan beragam permasalahan kesehatan. Penting untuk Me Time, relaksasi, Re-charger apapun istilahnya. Beri waktu untuk tubuh beristirahat, selain bisa melakukan hobi. Penting didukung gaya hidup sehat melalui asupan makanan bergizi, rutin berolah raga dan aspek lainnya agar tak mudah sakit.
Sekarang, setelah merasa beroleh banyak pencapaian Luna punya ritual malam.
Ritual unik usai seharian bekerja, kala beranjak ke peraduan, saat berkomunikasi dengan pencipta, Luna memberikan apresiasi ke tubuh dan panca indranya. Ia memeluk dirinya sendiri. Berucap terima kasih atas dukungan terhadap kegiatan, melalui pekerjaan yang menginspirasi. Pikiran, akal, pekerti, mata, telinga, mulut, tangan, kaki ia berucap terima kasih, sambil bersyukur telah dititipkan Allah untuk menjaga, merawat, memanfaatkan dari sejumlah hal yang menginspirasi bagi masyarakat. Sederhana, namun inspiratif bukan? (RP).




