
WANITAINDONESIA.CO – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah tidak hanya memperbaiki kualitas sarana pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan 2025 di SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Kamis (25/6).
Menurut Abdul Mu’ti, revitalisasi sekolah merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung semangat belajar siswa.
“Revitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan yang diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain menghadirkan fasilitas yang lebih baik, program ini juga memberi efek ekonomi melalui mekanisme swakelola bersama Tim Pembangunan Persiapan Satuan Pendidikan (P2SP).
Dalam pelaksanaannya, masyarakat sekitar dan orang tua murid dilibatkan sebagai tenaga kerja sehingga ikut merasakan manfaat ekonomi.
Kemendikdasmen juga mendorong transformasi pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP), peningkatan kompetensi guru, serta penerapan metode deep learning.
Kepala SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Bona Ventura, mengatakan kondisi sekolah kini jauh lebih mendukung proses belajar mengajar dibanding sebelum revitalisasi dilakukan.
“Para siswa datang lebih gembira dan bangga terhadap sekolah. Guru juga lebih nyaman sehingga dapat lebih fokus pada pembelajaran dan pembentukan karakter,” katanya.
Menurut Bona, revitalisasi sekolah menjadi bukti hadirnya pemerintah hingga ke lingkungan pendidikan paling dasar sekaligus memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar.
Secara nasional, pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan sepanjang 2025 dengan tingkat penyelesaian 100 persen. Pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 sekolah melalui APBN dan menambah program untuk 60.000 sekolah sehingga total mencapai 71.744 satuan pendidikan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam percepatan peningkatan mutu pendidikan. Di Pontianak, revitalisasi telah menjangkau 15 sekolah pada 2025 dan berlanjut ke 12 sekolah pada 2026 sehingga total 27 sekolah menerima program tersebut.
Pemkot Pontianak menargetkan pada 2029 sekitar 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri berada dalam kondisi baik dan representatif, termasuk penguatan fasilitas pembelajaran berbasis digital.(ZID)




