Ramadhan di Rumah Tetap Berkah, Panduan Lengkap Shalat Tarawih dan Witir Sendiri atau Berjamaah

Ilustrasi shalat Tarawih di rumah. Gdi.

WANITAINDONESIA.CO – Kesibukan pekerjaan atau kondisi kesehatan terkadang membuat kita tidak sempat melangkah ke masjid untuk melaksanakan shalat Tarawih. Namun, jangan biarkan hal itu mengurangi kekhusyukan ibadah di bulan suci. Tahukah Anda? Shalat Tarawih di rumah memiliki keutamaan yang sama besarnya jika dilakukan dengan ikhlas.

Bagi Anda yang berencana melaksanakannya di rumah, baik secara mandiri (munfarid) maupun berjamaah bersama keluarga, berikut adalah panduan praktis agar ibadah Anda tetap sempurna sesuai sunnah.

Shalat Tarawih dilakukan setelah shalat Isya hingga terbit fajar (waktu Subuh). Anda bisa melaksanakannya langsung setelah Isya atau menunggu sejenak setelah beristirahat agar lebih segar.

Baca Juga :  Panduan Ringkas Salat Idul Adha 1445 H

Niat cukup diucapkan dalam hati. Berikut adalah lafalnya jika ingin dilisankan:

  • Sebagai Imam: Ushalli sunnatat tarawīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imāman lillāhi ta’ālā.
  • Sebagai Makmum: Ushalli sunnatat tarawīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’mūman lillāhi ta’ālā.
  • Sendirian (Munfarid): Ushalli sunnatat tarawīhi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā.

Terdapat fleksibilitas dalam jumlah rakaat Tarawih. Anda bisa memilih sesuai kemampuan:

  • 11 Rakaat: 8 rakaat Tarawih (dilakukan 2 rakaat – 2 rakaat) ditambah 3 rakaat Witir.
  • 23 Rakaat: 20 rakaat Tarawih (dilakukan 2 rakaat – 2 rakaat) ditambah 3 rakaat Witir.

Witir adalah penutup shalat malam. Jika mengambil 3 rakaat, Anda bisa melakukannya dengan:

  • 2 rakaat (salam) + 1 rakaat (salam).
  • 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.
Baca Juga :  Salat Idul Adha: Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Pelaksanaannya

Tips Khusyuk: Bacalah surat-surat pendek yang paling Anda hafal agar konsentrasi tetap terjaga. Jika berjamaah, imam disarankan membaca surat yang tidak terlalu panjang agar makmum (terutama anak-anak atau lansia) tidak merasa berat.

Referensi dan Landasan Hukum

Ibadah Tarawih di rumah bukanlah hal baru dalam Islam dan memiliki landasan yang kuat:

  1. Hadits Nabi SAW: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ibadah karena iman di malam bulan Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  2. Praktek Rasulullah: Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Tarawih di masjid beberapa malam, namun kemudian melanjutkannya di rumah karena khawatir shalat tersebut akan dianggap wajib oleh umatnya (HR. Bukhari No. 1129).
  3. Fatwa Ulama: Mayoritas ulama, termasuk dari kalangan Syafi’iyah, menyatakan bahwa shalat sunnah lebih utama dilakukan di rumah kecuali shalat-shalat sunnah yang disyariatkan berjamaah secara luas seperti shalat ‘Id atau istisqa.
Baca Juga :  Ini Panduan Lengkap Niat Puasa Ramadan 2026 Versi Sebulan Penuh Dan Harian

Shalat di rumah bukan berarti mengurangi pahala. Justru, ini bisa menjadi momen hangat untuk membimbing keluarga beribadah bersama. Pastikan kondisi rumah tenang dan pakaian dalam keadaan suci. (Gdi)