Rahasia Stamina Atlet Cilik Bengkalis: Kompak Balur Minyak Herbal Sebelum Taklukkan Kolam

Atraksi masal orang tua membalurkan minyak gosok kepada anak-anaknya sebelum bertanding renang di Pekanbaru, Riau. (HO-Kutus-Kutus)

WANITAINDONESIA.CO – Ada pemandangan yang tak biasa di sela-sela riuhnya kompetisi renang di Pekanbaru, Riau, yang berlangsung sepanjang Jumat hingga Minggu lalu. Di tengah ketatnya persaingan antar-atlet muda, para orang tua dari Stafan Swimming Club Bengkalis terlihat kompak melakukan sebuah “ritual” khusus di pinggir kolam: membalurkan minyak herbal ke tubuh anak-anak mereka sebelum bertanding.

Bukan sekadar tradisi, aksi membalur minyak Kutus Kutus dan Djugo ini ternyata menjadi rahasia di balik stamina dan kesiapan fisik para atlet cilik tersebut. Di bawah terik matahari dan jadwal perlombaan yang padat, kehangatan otot menjadi kunci utama agar anak-anak terhindar dari kram dan cedera.

Inisiator kegiatan, Duma Umenk, menjelaskan bahwa kompetisi renang anak seringkali menjadi uji ketahanan fisik yang sangat panjang. Bayangkan, para atlet sudah harus bersiap sejak pukul 05.00 pagi dan terus bertanding hingga sore hari jika berhasil lolos ke babak eliminasi.

Baca Juga :  Percaya Diri dan Penuh Pesona, Putri KW Melaju Anggun di Kejuaraan Asia 2026

“Di sela-sela jadwal yang panjang itu, kami para orang tua bergerak serentak. Kami balurkan minyak herbal ke badan, terutama kaki dan tangan anak-anak. Tujuannya agar otot mereka tetap hangat dan tidak kaku saat tiba giliran melompat ke air,” ujar Duma yang juga mengelola Distro Keceh.

Metode ini bukan tanpa bukti. Pelatih tim Stafan Swimming Club, yang merupakan atlet renang asal Kalimantan Selatan, telah membuktikan efektivitas balur herbal ini. Setelah sempat menepi akibat cedera punggung, sang coach rutin melakukan terapi balur tanpa pijat hingga sembuh total dan bahkan sukses menyabet empat medali emas di kejuaraan terakhirnya.

Baca Juga :  Ellena Pratama Asa Olahraga Jetski Indonesia

Uniknya, “ritus balur” ini juga menjadi momen bagi para orang tua untuk mempererat solidaritas. Di saat anak-anak dilarang menggunakan gawai (No Gadget) selama kompetisi agar tetap fokus, para orang tua justru memanfaatkan waktu untuk saling mendukung dan berbagi cerita.

“Awalnya hanya satu-dua orang tua yang mulai, tapi lama-lama jadi kebiasaan bersama. Ini bukan cuma soal kesehatan otot, tapi soal kebersamaan kami sebagai pendukung utama anak-anak,” tambah Duma.

Aksi positif berbasis komunitas ini mendapat apresiasi langsung dari manajemen pusat. Fazli Hasniel Sugiharto (Arniel Sugiharto), Owner Kutus Kutus, memberikan dukungan nyata berupa pengiriman kaus tim untuk para atlet.

Baca Juga :  Didera Diare Jethro Alexander Kemas Tunjukkan Mental Atlet Sejati

Menurut Arniel, fenomena di Stafan Swimming Club ini adalah bukti nyata bagaimana produk herbal tradisional bisa mendukung gaya hidup sehat dan prestasi sejak dini.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Peran aktif orang tua dalam membangun karakter dan kesiapan fisik anak-anak adalah kekuatan utama sebuah komunitas olahraga,” ungkap Arniel.

Bagi Stafan Swimming Club, setiap tetes minyak yang dibalurkan adalah simbol kasih sayang dan doa orang tua yang menyertai setiap kayuhan tangan anak-anak mereka di lintasan juara. (Gdi)