
Simak Data Survei Terbaru Poltracking
WANITAINDONESIA.CO – Berbicara masa depan anak memang tidak pernah ada habisnya. Ibu sebagai madrasah anak perlu memikirkan nutrisi apa yang masuk ke tubuh anak. Apakah cukup untuk mendukungnya tumbuh menjadi anak yang sehat, unggul, dan cerdas.
Topik hangat ini kembali ditegaskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam upacara Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026 kemarin di Jakarta. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Bukan sekadar program bagi-bagi makanan, langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi transformasi bangsa guna memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Pemerintah ingin memastikan kekayaan bangsa benar-benar kembali ke rakyat salah satunya langsung ke piring makan anak-anak kita.
Baru-baru ini, lembaga survei Poltracking Indonesia (survei tatap muka 11-17 Mei 2026) merilis data menarik yang sangat mewakili dinamika suara kita di lapangan.
Ternyata, program MBG ini menduduki posisi puncak sebagai program prioritas pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya langsung oleh publik (27,6%), mengalahkan program penting lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. Tak hanya itu, MBG juga dinilai sebagai program yang paling tepat sasaran (24,5%).

Namun, ada catatan menarik. Survei menunjukkan bahwa 92,1% masyarakat sudah tahu tentang program ini, tetapi tingkat kepuasannya berada di angka 55,6%. Mengapa ada jarak yang cukup jauh antara kepopuleran program dan rasa puas masyarakat?
“Secara umum pendapat publik yang kami wawancara, 46,3 persen berpandangan belum tepat sasaran, sementara yang sudah tepat sasaran 45,3 persen,” ungkap Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, dikutip dari tayangan resmi YouTube Poltracking, Kamis (4/6/2026).
Meskipun masih ada catatan dan evaluasi di sana-sini, mayoritas masyarakat, khususnya para Ibu yang anggota keluarganya menerima manfaat program ini tetap menaruh harapan besar. Data Poltracking menyebutkan 51,9% responden merasa program MBG ini penting untuk dilanjutkan. 35,3% meminta untuk tidak dilanjutkan.12,8% memilih tidak tahu/tidak menjawab.
Angka lebih dari 50% yang menginginkan program ini berlanjut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan jaminan gizi anak sekolah adalah hal yang nyata.
Komitmen pemerintah untuk memperbaiki tata kelola dan melanjutkan program MBG ini patut kita apresiasi. Di sisi lain, evaluasi dari masyarakat (termasuk suara para Ibu mengenai ketepatan sasaran) adalah bumbu penyempurna agar program ini berjalan makin baik ke depannya. (Des)




