PLN UID Jakarta Raya Ajak Anak-Anak di Ciputat Peduli Lingkungan

Anak-anak TK Tunas Ciputat terlihat antusias ketika melakukan permainan edukasi.

WANITAINDONESIA.CO – Gelak tawa riang dan binar keingintahuan memayungi suasana Taman Kanak-Kanak Tunas Ciputat saat sekelompok pegawai berseragam rapi hadir membawa misi penting untuk masa depan. Langkah nyata dalam menanamkan kesadaran terhadap bahaya kelistrikan serta kelestarian alam ini digulirkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.

Melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ciputat, perusahaan negara ini menyadari sepenuhnya bahwa pondasi karakter yang kokoh harus dibangun saat usia emas anak-anak. Edukasi yang dikemas secara interaktif tersebut bukan sekadar sosialisasi formal, melainkan sebuah investasi jangka panjang guna melahirkan generasi yang tanggap dan peduli.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa pemahaman komprehensif mengenai keselamatan penggunaan energi listrik serta pelestarian lingkungan hidup sudah selayaknya diperkenalkan sebelum anak-anak menginjak usia dewasa. Dengan metode penyampaian yang menyenangkan dan penuh warna, pengenalan ini diharapkan dapat meresap sempurna menjadi kebiasaan yang melekat erat dalam sanubari mereka hingga tumbuh besar nanti.

Baca Juga :  Menjaga Nyala Terang Stasiun Demi Kenyamanan Langkah Penglaju Jakarta

“PLN meyakini bahwa membangun budaya keselamatan dan kepedulian lingkungan harus dimulai sejak dini. Melalui kegiatan edukasi yang menyenangkan, anak-anak dapat mengenal cara menggunakan listrik dengan aman sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap nilai-nilai positif ini tumbuh menjadi karakter yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Moch. Andy Adchaminoerdin seperti dikutip dalam keterangannya yang diterima, Minggu.

Sebagai wujud sokongan fisik yang menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar, acara ini diawali dengan penyerahan bantuan secara simbolis. Pihak sekolah menerima sejumlah bak sampah terpilah serta buku-buku literasi anak yang dirancang khusus untuk merangsang minat baca sekaligus menumbuhkan kepekaan ekologis sejak dini.

Memasuki inti pembelajaran, para siswa diajak menyelami dunia kelistrikan lewat penuturan cerita yang komunikatif. Mereka diperkenalkan pada berbagai manfaat besar arus listrik dalam menyokong aktivitas pemenuhan kebutuhan sehari-hari, cara mengoperasikan gawai elektronik secara aman, hingga tindakan preventif (pencegahan) sederhana guna menghindari risiko sengatan maupun hubungan arus pendek.

Baca Juga :  Masak Dan Ibadah Lebih Tenang, PLN Kasih Diskon 50% Tambah Daya Sambut Ramadan 2026

Tidak berhenti di situ, keceriaan semakin membuncah ketika materi beralih ke ranah pelestarian alam. Para pengajar dari korporasi setrum ini melatih para siswa membedakan jenis limbah melalui permainan edukatif (bersifat mendidik) yang melibatkan praktik langsung, di mana anak-anak diajarkan memisahkan sampah organik (berasal dari makhluk hidup) dan anorganik (tidak berasal dari makhluk hidup) ke dalam wadah yang tepat.

Langkah taktis ini dipandang sebagai metode yang sangat mangkus untuk menyuntikkan kebiasaan hidup bersih, baik di area lingkungan sekolah maupun saat mereka berada di dalam rumah bersama keluarga. Pola pembiasaan yang simultan ini diyakini mampu membentuk pola pikir yang peka terhadap kelestarian ekosistem di sekeliling mereka.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Ciputat, Putu Kariana, memaparkan bahwa mendidik anak-anak usia prasekolah merupakan langkah strategis demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih matang dalam memandang isu keselamatan kerja dan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, PLN, GoPay, dan MOKA Bekali UMKM Perempuan Strategi Cuan Lewat “Pintar Bareng”

“Melalui kegiatan ini, PLN ingin menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak sejak usia dini. Kami berharap para siswa Taman Kanak-Kanak Tunas Ciputat dapat memahami pentingnya menggunakan listrik dengan aman serta membangun kebiasaan baik dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan memilah sampah. Nilai-nilai positif yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal yang berharga bagi masa depan mereka,” pungkas Putu Kariana penuh harap.

Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bukanlah sebuah pengetahuan yang bisa tumbuh secara instan saat seseorang beranjak dewasa. Ia adalah benih yang harus disemai dengan sabar, disiram dengan teladan, dan dipupuk melalui pembiasaan yang konsisten agar kelak bumi yang kita pijak tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi kelangsungan hidup generasi mendatang. (Gdi)