
WANITAINDONESIA.CO – Di tengah jalur padat Tol Trans Jawa, tepatnya di KM 260B ruas Pejagan–Pemalang, Brebes, Jawa Tengah, berdiri sebuah rest area yang berbeda dari tempat peristirahatan biasa. Bukan sekadar tempat mengisi bahan bakar atau membeli kopi, Rest Area Heritage Banjaratma menawarkan pengalaman unik: beristirahat di dalam bangunan bekas pabrik gula peninggalan kolonial Belanda yang masih menyimpan aura sejarah, bahkan kisah-kisah mistis.
Jejak Sejarah Pabrik Gula Berusia Lebih dari Seabad
Pabrik Gula Banjaratma dibangun sejak 1908 oleh perusahaan Belanda N.V. Cultuurmaatschappij dan mulai beroperasi pada 1913. Pada masanya, pabrik ini menjadi salah satu pusat industri gula terbesar di Jawa Tengah. Selain sebagai tempat produksi, kawasan ini juga menjadi pusat penelitian tebu dan teknologi pengolahan gula.
Namun kejayaan itu perlahan memudar. Tingginya biaya operasional, menurunnya pasokan tebu, serta mesin-mesin yang menua membuat pabrik akhirnya tutup pada 1997–1998. Setelah itu, bangunan megah berbahan bata merah ini terbengkalai hampir dua dekade.
Dari Bangunan Angker Menjadi Rest Area Modern
Setelah lama terbengkalai, pemerintah bersama konsorsium BUMN merevitalisasi kawasan ini menjadi rest area heritage yang resmi dibuka pada 2019. Revitalisasi dilakukan tanpa menghilangkan identitas aslinya: dinding bata ekspos, bekas tungku pembakaran, fondasi mesin penggiling, hingga detail besi tua tetap dipertahankan sebagai bagian dari daya tarik utama.
Kini, di dalamnya terdapat:
- Lebih dari 200 booth UMKM
- Area kuliner khas Brebes
- Musala dan masjid besar
- SPBU
- Hotel transit
- Area foto heritage
- Pajangan mesin-mesin pabrik gula kuno
Perpaduan antara bangunan industrial klasik dan fasilitas modern membuat banyak pengunjung merasa seperti masuk ke museum sejarah sekaligus tempat wisata.
Pesona Arsitektur: Romantisme Industri Masa Lalu
Daya tarik utama Banjaratma terletak pada arsitekturnya. Dinding bata merah tanpa plester, lengkungan pintu besar, dan sisa-sisa struktur pabrik memberi nuansa dramatis sekaligus estetik.
Banyak pengunjung menyebut tempat ini Instagramable, tetapi lebih dari itu, suasananya menghadirkan rasa nostalgia terhadap kejayaan industri gula Nusantara.
Saat cahaya matahari masuk melalui celah atap besar dan menyinari dinding tua yang lapuk, tempat ini terasa seperti potongan waktu yang berhenti.
Aura Mistis yang Masih Terasa
Di balik pesonanya, Banjaratma juga dikenal memiliki hawa mistis. Sebelum direstorasi, bangunan ini lama dianggap angker oleh warga sekitar. Berbagai cerita berkembang, mulai dari suara langkah kaki misterius, bayangan yang melintas di lorong tua, hingga kisah penampakan sosok perempuan Belanda yang disebut-sebut pernah muncul di area pabrik.
Beberapa faktor yang memicu kesan mistis ini antara lain:
Usia bangunan yang lebih dari 100 tahun
Bekas area industri besar yang pernah menjadi saksi masa kolonial
Cerita sejarah masa perang dan revolusi yang terjadi di sekitar kawasan
Lorong-lorong bata tua yang remang dan sunyi saat malam
Meski begitu, pengelola justru memanfaatkan aura tersebut sebagai bagian dari daya tarik heritage—bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memperkuat narasi sejarah.
Favorit Pemudik dan Wisatawan
Saat musim mudik, Rest Area Heritage Banjaratma menjadi salah satu titik singgah favorit karena menawarkan pengalaman berbeda dibanding rest area lain. Banyak pemudik sengaja berhenti lebih lama untuk berfoto, menikmati kopi, atau sekadar berjalan menyusuri bekas ruang produksi pabrik gula.
Banyak pengunjung mengaku:
“Tidak terasa seperti di rest area, lebih seperti museum dan kafe heritage dalam satu tempat.”
Simbol Pelestarian Sejarah yang Berhasil
Transformasi Pabrik Gula Banjaratma menjadi Rest Area Heritage menunjukkan bahwa bangunan tua tidak harus hilang ditelan zaman. Dengan sentuhan kreatif, aset bersejarah dapat hidup kembali—memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga memori kolektif banjaratma.
Di Banjaratma, pengunjung tidak hanya berhenti untuk beristirahat. Mereka juga diajak menelusuri jejak industri gula Indonesia, merasakan romantisme masa lalu, dan mungkin… sedikit merinding oleh aura misteri yang masih tertinggal di antara dinding-dinding tuanya. (Den)




