Site icon Wanita Indonesia

Pesan Bagi Calon Ekportir, Optimalkan Peran Perwakilan Dagang

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan RI, Bayu Wicaksono berpesan kepada para calon eksportir dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mengoptimallkan peran perwakilan dagang yang ada di luar negeri.

WANITAINDONESIA.CO — Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan RI, Bayu Wicaksono berpesan kepada para calon eksportir dari kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mengoptimallkan peran perwakilan dagang yang ada di luar negeri.

“Sebagai pintu masuk bisa minta bantuan untuk mendapatkan informasi perwakilan dagang Indonesia yang ada Kedutaan, terutama terkait kebijakan atas produk yang ingin kita garap,” jelas Bayu dalam acara Pelatihan UMKM Membuka Peluang Ekspor Di Era Digital hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan RI dengan WanitaIndonesia.co di Jakarta, Minggu.

Menurut Bayu lewat cara demikian, para pelaku UMKM artinya sudah berupaya melakukan riset dan membangun jaringan yang kuat di luar negeri sebagai syarat sukses menembus pasar global.

Bayu juga mengingatkan setelah dapat mendapatkan mitra dagang agar menjaga tiga hal yakni kualitas, kuantitas, dan kontinyuitas sehingga mendapatkan kepercayaan dalam rangka terjalinnya hubungan dalam jangka panjang.

Pada pelatihan tersebut, Bayu berkesempatan memberikan masukan atas pertanyaan beberapa pelaku UMKM diantaranya produsen cat air berbahan alami, produk makanan beku (kebab), dan kopi.

Terkait cat air, Bayu membenarkan negara-negara Uni Eropa sangat menyukai gambar dan lukisan bahkan diajarkan sejak sekolah. Hanya untuk masuk ke pasar tersebut bakal menghadapi kompetitor besar yang sudah eksis terlebih dahulu.

“Penting untuk menjajaki pasar yang pemainnya masih sedikit salah satunya Eropa bagian Timur dan Asia bagian Timur,” ujar dia.

Sedangkan untuk produsen makanan beku, Bayu meminta kepada pelaku usaha untuk memastikan sudah mengantongi standardisasi agar dapat masuk ke negara Timur Tengah.

Kemudian untuk pelaku usaha kopi, Bayu memintanya agar dapat bergabung di dalam Badan Usaha Milik Desa atau Koperasi, mengingat saat ini eksportir kopi sudah banyak dari perusahaan besar.

“Agar mudah produknya di ekspor bisa bergabung di BUMDES atau Koperasi untuk menjamin kuantitas, kualitas, dan kontinyuitas,” tutup Bayu. (gdi)

Exit mobile version