
WANITAINDONESIA.CO – Aroma sedap biji kopi yang baru diseduh menyeruak di ruangan, memantik rasa penasaran sekaligus ide-ide segar bagi belasan pelaku usaha kecil yang berkumpul hari itu. Seduhan manual bukan lagi sekadar tren gaya hidup di kafe-kafe perkotaan, melainkan telah menjelma menjadi ceruk peluang bisnis baru yang menjanjikan. Melalui eksplorasi karakter rasa dan aroma, para penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diajak untuk meretas batas kreasi demi melahirkan produk-produk unggulan berbasis kopi yang unik dan berdaya saing tinggi.
Langkah kreatif ini diwujudkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui pembekalan bagi 15 pelaku usaha binaan Hub UMK Jakarta Raya. Bekerja sama dengan Indonesia Coffee Academy (ICA) Jakarta, pelatihan bertajuk Sip. Smell. Repeat. “Discover the Art of Manual Brewing” tersebut menjadi ruang belajar interaktif.
Peserta diajak mendalami teori dasar, mengenali karakter aroma, hingga mempraktikkan langsung teknik menyeduh manual (manual brewing). Pengalaman sensorik Le Nez du Café (penciuman aroma kopi) turut dihadirkan untuk mengasah ketajaman indera peserta dalam membedakan ragam profil kopi.
Kehadiran ragam jenis usaha, mulai dari Demero, Bir Pletok Alifah, Rose Kitchen, Kopi Tojoean, Nusaibah, Numero Coffee, Rio Goyang, Daraqu, hingga Ratu Kitchen, membuktikan bahwa kopi memiliki fleksibilitas tinggi untuk dipadupadankan. Pembinaan ini tidak berhenti pada urusan pemasaran semata, melainkan menyentuh akar pengembangan kompetensi dan pengayaan ide produk agar para pelaku usaha semakin adaptif di tengah persaingan pasar yang ketat.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan pentingnya membuka wawasan pelaku usaha melalui pemahaman produk secara mendalam bersama para praktisi.
“Melalui Hub UMK Jakarta Raya, kami ingin pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada pemasaran, tetapi juga menyentuh peningkatan kompetensi dan pengembangan produk. Pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melihat peluang baru dan menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi usahanya,” ujar Moch. Andy Adchaminoerdin.
Ia menambahkan bahwa setiap pengusaha memiliki potensi dan arah pengembangan yang beragam.
“Setiap peserta memiliki karakter usaha dan kebutuhan yang berbeda. Ada yang telah memiliki produk kopi dan ingin memperdalam pengetahuan serta meningkatkan kualitas produknya. Ada pula yang mulai melihat peluang untuk mengembangkan produk baru berbasis kopi. Potensi seperti inilah yang ingin terus kami dorong melalui pembinaan UMKM,” lanjut Moch. Andy Adchaminoerdin.
Dampak positif dari pembelajaran ini dirasakan langsung oleh Dian Agustian, pemilik usaha Numero Coffee. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru yang siap diterapkan langsung pada unit bisnisnya.
“Terima kasih kepada Hub UMK Jakarta Raya yang telah memberikan kesempatan untuk belajar langsung di Indonesia Coffee Academy. Pelatihan ini membantu saya menggali potensi dan memperdalam pengetahuan tentang kopi sehingga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan Numero Coffee,” tutur Dian Agustian.
Eksplorasi kopi ini menjadi bukti nyata bahwa racikan inovasi yang tepat mampu mengubah secangkir ide sederhana menjadi peluang bisnis berkelas. Keberanian para pelaku usaha untuk terus belajar dan memadukan kearifan produk lokal dengan tren kekinian adalah kunci utama dalam memikat hati konsumen. Pada akhirnya, segelas kopi tidak hanya menyajikan kenikmatan cita rasa, tetapi juga menyeduh harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Gdi)




