WANITAINDONESIA.CO — Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan memacu implementasi program Kebun Pangan Perempuan sebagai langkah afirmatif untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan akses perempuan terhadap lahan serta ekonomi di tingkat desa.
Hal tersebut disampaikan Veronica saat menghadiri Inception Workshop of GEF SGP Indonesia Operational Phase 8 (2025–2029) dengan tema “Building Sustainable Landscapes and Seascapes Through Innovation and Partnership” yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) bersama Global Environment Facility Operational Focal Point (GEF OFP).
“Entry point yang akan kami gerakkan sampai tiga tahun ke depan ini adalah Kebun Pangan Perempuan. Flagship kami adalah Kebun Pangan Perempuan,” kata Veronica dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Dia menjelaskan, program tersebut penting karena perempuan masih menghadapi kesenjangan akses terhadap lahan, air, pangan, dan layanan dasar. Kondisi itu semakin berat ketika terjadi perubahan iklim yang berdampak pada sumber penghidupan masyarakat di tingkat desa.
“Kalau kita sampai di desa, kita akan menemukan banyak sekali program-program yang pelakunya perempuan. Tapi gap yang selalu kita lihat adalah perempuan itu tidak mempunyai akses,” katanya.
Alhasil, kondisi itu menjadi perhatian dalam lima lanskap GEF SGP Indonesia Operational Phase 8 (OP8), yakni Aceh Tengah, Lombok Timur, Buleleng, Manggarai Barat, dan Hulu Sungai Selatan. Berbagai wilayah tersebut menghadapi tantangan seperti kekeringan, krisis air, banjir, longsor, hingga gangguan terhadap sumber penghidupan yang turut meningkatkan beban perempuan.
Veronica mengatakan, melalui Kebun Pangan Perempuan, Kementerian PPPA ingin memberikan akses lebih besar kepada perempuan untuk mengelola lahan secara produktif sekaligus memperkuat pangan dan ekonomi keluarga.
Sejumlah percontohan program telah dilakukan di beberapa wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara.
Pelaksanaan program akan diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, NGO, dan kelompok masyarakat. Kementerian PPPA juga akan berperan sebagai hub (penghubung) untuk mengoordinasikan kebutuhan di lapangan, mulai dari air, bibit, infrastruktur, persoalan lahan, hingga akses pasar.
“Kami ingin menghimpun berbagai program yang sudah dilakukan melalui small grant ini. Apa yang bisa kami gabung, apa yang bisa kami bantu, termasuk ketika membutuhkan air, memfasilitasi koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait, atau persoalan lainnya. Kami akan melakukan koordinasi antarkementerian untuk mendapatkan dukungan,” ucap Veronica.
Kegiatan Inception Workshop of GEF SGP Indonesia Operational Phase 8 menjadi forum peluncuran sekaligus penyelarasan program GEF SGP Indonesia fase operasional kedelapan. Program ini berfokus pada penguatan aksi masyarakat dalam pemulihan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan penghidupan secara berkelanjutan. Caranya, dengan membuka ruang yang lebih kuat bagi kelompok perempuan untuk terlibat dalam pelaksanaan. (Yud)





