WANITAINDONESIA.CO – Aroma khas kuliner autentik, riuh demonstrasi bela diri, hingga warna-warni kain tradisional langsung menyambut para pengunjung di ajang Thai Festival Jakarta 2026. Lebih dari sekadar perayaan budaya yang meriah, festival yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 ini sejatinya menjadi panggung diplomasi strategis yang membuka peluang emas bagi talenta ekonomi kreatif Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Melalui ruang interaksi ini, kebudayaan dan kreativitas melebur menjadi kekuatan ekonomi baru yang mempererat hubungan bilateral kedua negara. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa festival ini merupakan ruang nyata yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan masyarakat dari kedua belah pihak. Menurutnya, ekonomi kreatif terbukti mampu menjadi jembatan kokoh yang tidak hanya memperkuat hubungan antarmasyarakat, tetapi juga mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Sinergi sektor kreatif antara Indonesia dan Thailand sebenarnya bukan hal baru. Kedua negara sebelumnya telah mengikat janji kolaborasi lewat Memorandum of Understanding (MoU) on Cooperation in the Creative Industry (nota kesepahaman tentang kerja sama di industri kreatif) yang ditandatangani sejak tahun 2019. Setelah masa berlakunya berakhir pada tahun 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Thailand bergerak cepat menyepakati pembaruan nota kesepahaman tersebut pada 13 Februari 2026. Fokus barunya kini jauh lebih tajam, mulai dari pertukaran kebijakan dan praktik terbaik, pengembangan kapasitas talenta, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan akses pasar dan investasi.
Kehadiran aktif pemerintah dalam momentum ini mencerminkan komitmen besar untuk terus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif, baik di kawasan ASEAN (Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara) maupun di tingkat global. Hubungan kemitraan yang semakin solid ini diharapkan dapat melahirkan banyak proyek kolaboratif yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi domestik.
Irene Umar kembali memaparkan visi besarnya bahwa kementerian berkomitmen penuh untuk memperluas jejaring internasional bagi para pelaku industri kreatif di tanah air. Beliau sangat berharap festival ini menjadi pemantik lahirnya pertukaran talenta kreatif, promosi produk unggulan, penyelenggaraan festival bersama, hingga kerja sama investasi yang masif di sektor ekonomi kreatif.
Kemeriahan festival tahun ini memang terbilang lengkap dan memanjakan mata. Pengunjung disuguhi pameran busana tradisional Chud Thai (pakaian adat Thailand), pertunjukan seni budaya, aksi memukau Muay Thai (tinju tradisional Thailand), ragam kuliner khas, produk kriya kreatif, hingga penampilan dari musisi kontemporer Thailand.
Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Republik Indonesia, Prapan Disyatat, turut menyampaikan antusiasmenya terhadap gelaran tahunan ini. Prapan Disyatat menjelaskan bahwa Thai Festival Jakarta menjadi ajang utama untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kuliner, pariwisata, serta potensi ekonomi kreatif Thailand langsung kepada masyarakat Indonesia. Ia berharap festival tahun ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat kedua negara untuk saling memahami, mempererat tali persahabatan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja sama yang konkret di masa depan.
Ketika dua kebudayaan besar di Asia Tenggara saling merangkul, sekat-sekat geografis seketika memudar dan berubah menjadi koridor kolaborasi tanpa batas. Langkah awal telah diayunkan di atas panggung Thai Festival Jakarta 2026, kini saatnya bagi para kreator lokal untuk ikut ambil bagian, bergerak maju, dan membuktikan bahwa karya kreatif bangsa siap bersinar di kancah dunia. Gdu)





