Peluang Cita Rasa Halal Indonesia Menembus Timur Tengah dan Pasar Global

Aktivitas ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok. JICT

WANITAINDONESIA.CO – Cita rasa Nusantara kini berpeluang besar tidak sekadar memanjakan lidah masyarakat domestik, tetapi juga mengepakan sayap lebih lebar hingga ke mancanegara. Karakteristik kawasan Timur Tengah yang sangat membutuhkan ketersediaan produk halal menjadi pintu masuk strategis bagi industri makanan dan minuman (food and beverage) Indonesia untuk menguasai pasar dunia.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan bahwa keunggulan komparatif produk kuliner tanah air terletak pada jaminan kehalalan serta kekayaan rasa yang otentik. Kondisi pasar di kawasan Timur Tengah sangat terbuka lebar dan haus akan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Kalau misalnya makanan dan minuman (food and beverage) yang sifatnya halal, tentu kita punya pasar (market) yang cukup besar di Timur Tengah (Middle East) misalnya,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti di Jakarta, Selasa.

Baca Juga :  Pikat Busana Desainer Indonesia - Perancis "PINTU Participants X Ecole Duperre"

Potensi penetrasi pasar global ini sesungguhnya tidak terbatas pada satu wilayah saja. Berbagai produk olahan kuliner nasional telah terbukti mampu memikat selera konsumen mancanegara. Keberhasilan ekspansi ini ditandai dengan hadirnya sejumlah rumah makan khas Nusantara di benua biru, seperti restoran Padang yang kini telah resmi beroperasi dan disukai masyarakat di kawasan Uni Eropa.

“Jadi sangat variatif dan potensinya juga sangat banyak di luar negeri,” kata Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.

Baca Juga :  Indonesia Sabet Empat Medali Perunggu di IMO 2026

Guna menangkap peluang emas tersebut, Kementerian Perdagangan mengulurkan tangan penuh untuk memfasilitasi para pelaku usaha makanan dan minuman yang telah memiliki kesiapan ekspor. Dukungan konkret ini diperkuat oleh jaringan perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara melalui keberadaan Atase Perdagangan dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesia Trade Promotion Center/ITPC). Keberadaan instrumen ini mempermudah titik temu antara produsen dalam negeri dan calon pembeli (buyer) internasional.

Di samping dukungan kelembagaan, keberadaan warga Indonesia yang bermukim di luar negeri (diaspora) menjadi modal sosial sekaligus jembatan ekonomi yang sangat bernilai. Kerinduan akan cita rasa kampung halaman menjadikan komunitas ini sebagai pendorong utama permintaan produk kuliner lokal di pasar dunia.

Baca Juga :  Indonesia Perkuat Suara Pekerja Global, Rizka Septiana Masuk GMC Steering Committee IndustriALL

“Diaspora kita walaupun tinggal di luar negeri pasti lidahnya masih Indonesia. Jadi dia butuh pengadaan (sourcing) produk dari Indonesia,” imbuh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.

Langkah ekspansi ini menandai babak baru bagi produk halal Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama di panggung perdagangan internasional. Dengan kolaborasi kuat antara kualitas produk lokal, jaringan perwakilan pemerintah di 33 negara, dan loyalitas diaspora di berbagai belahan dunia, kelezatan kuliner Nusantara siap mengukir jejak kejayaan ekonomi di mancanegara. Apakah produk usaha Anda yang berikutnya siap mendunia? (Gdi)