Site icon Wanita Indonesia

Pelatihan AI Gratis bagi Pendidik Pesantren segera Digelar, Targetkan Peningkatan Kompetensi Digital

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). (Foto: Pixabay)

WANITAINDONESIA.CO — Pelatihan literasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) bersama organisasi literasi digital ICT Watch. Event bertajuk HerTech: Guru Cakap dan Berdaya Artificial Intelligence (AI) ini dapat diikuti gratis secara daring oleh pendidik pesantren di seluruh Indonesia pada 4–5 November 2026

Pelatihan itu sendiri dirancang untuk meningkatkan kapasitas pendidik pesantren dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, mampu mengenali potensi AI, menggunakannya untuk membantu menyiapkan materi ajar dan mengembangkan metode pembelajaran. Selain itu, agar memahami prinsip penggunaan AI yang bertanggung jawab.

Menurut Direktur Pemberdayaan Pesantren Ditjen Pesantren Kemenag RI, Yusi Damayanti, pendidik pesantren perlu memiliki kecakapan digital untuk menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

“AI kini sudah hadir di ruang-ruang belajar kita. Pendidik pesantren tidak boleh tertinggal. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi ini untuk memperkaya pembelajaran, sekaligus menjadi teladan bagi santri dalam menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” kata Yusi di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Dia menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan secara gratis dan daring bagian upaya untuk memperluas akses pendidik pesantren terhadap peningkatan kompetensi digital.

“Kami ingin memastikan tidak ada pendidik pesantren yang tertinggal dalam transformasi digital ini, baik perempuan maupun laki-laki, di kota maupun di pelosok. Karena itu, pelatihan ini kami buat gratis dan daring agar bisa diikuti dari mana saja,” ujar dia.

Untuk itu, Yusi menegaskan, Kemenag mengajak seluruh pondok pesantren untuk berpartisipasi dengan mendaftarkan pendidiknya dalam program tersebut. Kantor Wilayah Kemenag dan Kantor Kemenag kabupaten/kota juga diminta meneruskan informasi serta mendorong pesantren di wilayah masing-masing untuk mengikuti pelatihan.

“Kami mohon dukungan Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia untuk menyampaikan informasi ini kepada pesantren di wilayah masing-masing, sehingga semakin banyak pendidik yang mendapat manfaat,” ucap Yusi menambahkan. (Yud)

Exit mobile version