WANITAINDONESIA.CO — Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan RI, Bayu Wicaksono memberikan tips agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat tembus pasar global harus teguh terhadap pendirian (istiqomah) dan konsisten.
“Jadi kalau ingin sukses menembus pasar global setidaknya harus punya profil perusahaan dan katalog. Sehingga memudahkan untuk berinteraksi dengan pembeli,” kata Bayu dalam Pelatihan UMKM Membuka Peluang Ekspor Di Era Digital di Jakarta, Minggu.
Kemudian penting juga untuk melakukan riset ke negara tujuan sebagai contoh Amerika Serikat yang memiliki standardisasi tinggi. Namun kenyataannya masih banyak potensi yang bisa digali.
Kemudian penting juga memahami regulasi yang berlaku di negara tujuan. Terkait hal itu Kemendag sudah memiliki informasi yang dapat diakses umum melalui lamansitu.kemendag.go.id.
Bayu juga memberikan tips agar pelaku UMKM mencari pasar di negara-negara tujuan yang pasarnya potensial seperti negara-negara Eropa Timur, Rusia, Kazakstan, Chili, Peru, dan lainnya.
Regulasi itu umumnya berkaitan dengan tarif, persyaratan kualitas, standar teknis, labeling, informasi produk, sertifikasi, dan syarat kesehatan.
Kemudian yang juga harus diperhatikan terkait dengan batasan yang berlaku, peraturan dan lingkungan, perlindungan konsumen, serta kebijakan pembayaran, dan mata uang.
Syarat kesehatan itu terkait dengan gaya hidup sehat yang diberlakukan di sejumlah negara. Sebagai contoh beberapa negara ada yang memberlakukan kandungan garam dan gula secara ketat.
Namun ada juga peluang terkait dengan gaya hidup sehat. Sebagai contoh di Eropa tempe disebut dengan super food karena kandungan kedelai di dalamnya sehingga satu kantong kripik tempee bisa dihargai Rp80 ribu satu kantong kecil.
“Mungkin akan semakin banyak peminatnya apabila ditambahkan rasa yang digemari seperti paprika dan keju (cheese),” tutup dia. (gdi)

